Pidato Pertama Presiden Iran Ebrahim Raisi Keras, Tak Mau Bertemu dengan Presiden AS

- Selasa, 22 Juni 2021 | 08:52 WIB
Presiden terpilih Iran, Ebrahim Raisi /Reuters
Presiden terpilih Iran, Ebrahim Raisi /Reuters

IRAN, suaramerdeka-wawasan.com - Presiden terpilih Iran, Ebrahim Raisi menunjukkan sikap garis keras dalam pidato pertamanya sejak menang telak dalam pemilu presiden negara Republik Islam itu.

Dalam pidatonya, Ebrahim Raisi menolak bertemu dengan Presiden AS Joe Biden serta menolak merundingkan program rudal balistik Teheran.

Ebrahim Raisi mengatakan dia tidak akan bertemu dengan Biden, bahkan jika kedua belah pihak menyetujui persyaratan untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir 2015.

Baca Juga: Yahya Al Sinwar Tegaskan Rakyat Palestina akan Memenangkan Pertempuran dengan Israel

Dimana Iran setuju untuk menghentikan pengayaan uranium dengan imbalan pencabutan sanksi AS yang melumpuhkan.

Ebrahim Raisi berjanji menyelamatkan kesepakatan nuklir tersebut untuk mengamankan bantuan dari sanksi AS yang telah menghancurkan ekonomi Iran.

Namun dia mengesampingkan batasan kemampuan rudal Iran dan dukungan untuk milisi regional.

“Itu (program rudal) tidak bisa dinegosiasikan,” kata Raisi dalam pidatonya, Senin, 21 Juni 2021, dikutip dari AP News.

Dia menambahkan bahwa AS wajib mencabut semua sanksi yang menindas Iran.

Ebrahim Raisi (60) merupakan seorang ulama, dia anak didik dari Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.

Halaman:

Editor: Kusmiyanto

Sumber: PikiranRakyat.com

Terkini

X