Kementerian Pertahanan Rusia Klaim Hancurkan Senjata Pasokan AS Milik Ukraina, 200 Militan Meninggal

- Rabu, 20 Juli 2022 | 13:14 WIB
Ilustrasi bangunan yang terbakar di kota Irpin, Kiev, Ukraina, usai serangan Rusia pada Rabu, 3 Maret 2022. /Dok Istimewa/
Ilustrasi bangunan yang terbakar di kota Irpin, Kiev, Ukraina, usai serangan Rusia pada Rabu, 3 Maret 2022. /Dok Istimewa/

MOSCOW, suaramerdeka-wawasan.com - Depot amunisi Ukraina yang berisi senjata yang dipasok Amerika Serikat (AS) dan negara-negara Eropa, hancur dalam serangan di dekat wilayah Odesa.

Demikian keterangan Kementerian Pertahanan Rusia pada Selasa, 19 Juli 2022.

Menurut pernyataan Kementerian Rusia, akibat serangan itu diperkirakan menyebabkan 200 militan meninggal.

Disebutkan pula, pasukan Rusia dalam serangan itu menggunakan senjata presisi tinggi untuk menargetkan 'titik penempatan sementara' di wilayah Zaporizhzhia.

Baca Juga: Pengguna Jalan Diimbau Hindari Jalur Pantura Juwana ke Rembang, Ini Jalan Alternatifnya

''Senjata presisi tinggi telah menghantam posisi batalyon Brigade Udara ke-81 AFU dekat Dolina, Republik Rakyat Donetsk.

Lebih dari 60 personel telah lumpuh, serta 7 kendaraan lapis baja dan 1 depot amunisi,'' ungkap pernyataan itu.

Kementerian Pertahanan Rusia menyebutkan, pasukannya menghancurkan tujuh pos komando, lima depot amunisi dan dua tangki bahan bakar.

Baca Juga: Habib Rizieq Shihab Berstatus Tahanan Kota, Kepulangannya Disambut Para Pendukungnya

Selain itu, tambahnya, empat rudal balistik Tochka-U dan lima roket sistem roket peluncuran ganda Uragan telah dicegat.

Halaman:

Editor: Eddy Tuhu

Tags

Terkini

Breaking News. Ratu Elizabeth II Meninggal Dunia

Jumat, 9 September 2022 | 00:59 WIB
X