Konten Berbahaya, Perusahaan Media Sosial Hapus Tayangan Video Penembakan Mantan PM Jepang

- Minggu, 10 Juli 2022 | 20:18 WIB
Ilustrasi salah satu media sosial Facebook. /Dok Istimewa/
Ilustrasi salah satu media sosial Facebook. /Dok Istimewa/

SEMARANG, suaramerdeka-wawasan.com - Sejumlah perusahaan media sosial termasuk Twitter dan Meta (Facebook), menghapus video-video di platform mereka, yang menayangkan penembakan mantan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe.

Menurut laporan Associated Press yang dirilis pada 8 Juli 2022, penghapusan tersebut menyusul pelanggaran aturan, tentang konten berbahaya di platform-platform media sosial itu.

Beberapa video serangan oleh seorang pria bersenjata, yang menembakkan senjata laras ganda buatannya kepada Abe beredar di media sosial pada Jumat, 8 Juli 2022.

Baca Juga: Pawai Delman di Grebeg Besar Tercatat Rekor MURI, Bupati Demak Berharap Naikkan Kunjungan Wisatawan

Beberapa tayangan dalam video itu hanya menunjukkan momen sebelum dan sesudah serangan, namun ada juga yang menunjukkan kedua tembakan terhadap PM Jepang, Shinzo Abe.

Abe, yang mengundurkan diri pada tahun 2020, ditembak saat berpidato dan dibawa ke rumah sakit, namun tak lama kemudian dinyatakan meninggal.

Polisi di Jepang sudah menangkap tersangka pria bersenjata di tempat kejadian.

Baca Juga: Terkait Perkembangan Minyak Dunia, Harga BBM Nonsubsidi Naik Mulai 10 Juli 2022

Twitter mengatakan, tim penegaknya sedang bekerja untuk 'mengatasi konten berbahaya' berkaitan dengan serangan itu dengan 'secara proaktif menghapus materi yang melanggar aturan platform'.

Hal itu, mencakup pembatasan pada media sensitif, termasuk kekerasan grafis.

Halaman:

Editor: Eddy Tuhu

Tags

Terkini

Breaking News. Ratu Elizabeth II Meninggal Dunia

Jumat, 9 September 2022 | 00:59 WIB
X