Presiden Rusia Diduga Wujudkan Perang dengan Ukraina, Terdengar Ledakan di Kyiv dan Mariupol

- Kamis, 24 Februari 2022 | 13:26 WIB
Serangan mortir di perbatasan Rostov, yang diklaim ditembakkan dari wilayah Ukraina pada Senin, 21 Februari 2022. /Dok Istimewa/
Serangan mortir di perbatasan Rostov, yang diklaim ditembakkan dari wilayah Ukraina pada Senin, 21 Februari 2022. /Dok Istimewa/

KYIV, suaramerdeka-wawasan.com - Presiden Rusia, Vladimir Putin, diduga benar-benar mewujudkan ucapannya untuk melakukan operasi militar di Ukraina.

Hal ini, diketahui dari adanya ledakan yang terdengar keras di ibu kota Ukraina, Kyiv, dan kota pelabuhan Mariupol yang terletak di sisi timur Ukraina, pada Kamis pagi, 24 Februari 2022.

Seperti dikutip dari laman VOA Indonesia, sebelumnya Presiden Rusia Vladimir Putin telah mengumumkan pengerahan operasi militer ke negara UKraina, yang pernah enjadi negara bagian Rusia.

Baca Juga: Giliran Wuhan Diserang Varian Omicron, Kini Merembet ke Tiga Kota Lainnya di China

Laporan langsung yang dilakukan jurnalis CNN Matthew Chance, terekam dalam video yang diunggah ke media sosial, sempat mendengar beberapa kali suara ledakan di Kyiv.

Selain di Kyiv, koresponden AFP juga melaporkan, mendengar suara ledakan yang cukup keras di Mauripol, sebuah kota pelabuhan di Ukraina.

Bahkan di Mariupol, yang terletak di dekat wilayah perbatasan dengan Rusia, para warga juga melaporkan, mendengar suara tembakan artileri di pinggiran kota bagian timur.

Baca Juga: Pulang dari Sawah Boncengan Naik Motor, Pasutri Meninggal Seketika Disambar Petir di Kabupaten Grobogan

Sementara itu Amerika Serikat (AS) dikabarkan memiliki laporan intelijen terbaru, yang menunjukkan perintah telah dikirim ke komandan Rusia untuk melanjutkan serangan ke Ukraina.

Dilansir dari CNN pada Senin, 21 Februari2022 lalu, laporan intelijen mengenai perintah kepada komandan taktis dan operasi intelijen, merupakan salah satu indikator yang diawasi AS untuk menilai, apakah persiapan Rusia telah memasuki tahap akhir untuk kemungkinan invasi.

Halaman:

Editor: Eddy Tuhu

Tags

Terkini

X