KBRI Malaysia Kawal Kasus Penganiayaan TKI di Kuala Lumpur

- Minggu, 13 Juni 2021 | 14:39 WIB
Ilustrasi. Kasus penganiayaan warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja sebagai asisten rumah tangga di Malaysia kembali terjadi. (Istockphoto/lolostock) (eddy Tuhu)
Ilustrasi. Kasus penganiayaan warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja sebagai asisten rumah tangga di Malaysia kembali terjadi. (Istockphoto/lolostock) (eddy Tuhu)

KUALA LUMPUR, suaramerdeka.wawasan.com - Lagi-lagi, kasus penganiayaan terhadap TKI (Tenaga Kerja Indonesia) yang dilakukan majikannya terjadi.

Kali ini dialami seorang wanita (51 tahun), WNI (Warga Negara Indonesia) asal Lampung yang bekerja sebagai penata laksana rumah tangga (PLRT) di Kuala Lumpur, Malaysia.

KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia) Kuala Lumpur yang menerima informasi kasus penganiayaan tersebut langsung menindaklanjutinya.

Baca Juga: Indonesia Bayar Bunga Utang Per Tahun Rp 273 Triliun, Rizal Ramli: Pemerintah Harus Bikin Terobosan Baru

Dalam rillisnya yang dikirim ke wawasan.suaramerdeka.com, Sabtu (12/6/2021), Koordinator Fungsi Pensosbud KBRI Kuala Lumpur, Yoshi Iskandar, mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Unit Polis Diraja Malaysia (PDRM) kawasan Brickfields, Kuala Lumpur, pada Kamis (10/6) lalu.

Yoshi mengatakan, hari itu juga, PDRM menangkap pelaku dan melakukan penyelamatan atas seorang wanita PLRT WNI asal Lampung tersebut.

''Korban diduga mengalami penyiksaan oleh majikan warga negara Malaysia terlihat dari bekas luka lebam di wajahnya,'' ungkap Yoshi dalam keterangannya, Sabtu (12/6/2021).

Baca Juga: Upaya Pemulihan Ekonomi Nasional, Ketua Komisi XI DPR : Dukung Investasi Korsel di Indonesia

Pihak PDRM, kata Yoshi, lalu membawa tenaga kerja wanita (TKW) untuk diperiksa kesehatan dan diberi pengobatan. Selanjutnya, terduga pelaku dan suaminya diproses penyidikan dengan pengenaan pasal pidana.

Dikatakan Yoshi, dari indikasi awal, korban diduga mengalami penyiksaan beberapa kali pemukulan sekitar seminggu lalu di beberapa bagian tubuhnya menggunakan benda tumpul.

Halaman:

Editor: Eddy Tuhu

Sumber: KBRI Malaysia

Tags

Terkini

X