Delapan PMI Tak Tahan Kekejaman Perlakuan Agen, KBRI Malaysia Fasilitasi Kepulangan ke Indonesia

- Jumat, 7 Januari 2022 | 19:18 WIB
Tiga dari delapan PMI yang difasilitasi kepulanganya ke Indonesia oleh KBRI Malaysia. /Dok KBRI Malaysia/
Tiga dari delapan PMI yang difasilitasi kepulanganya ke Indonesia oleh KBRI Malaysia. /Dok KBRI Malaysia/

KUALA LUMPUR - suaramerdeka-wawasan.com - KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia) Kuala Lumpur memfasilitasi pemulangan delapan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang akan bekerja di sektor rumah tangga di Malaysia, pada 5 dan 7 Januari 2022.

Dubes RI untuk Malaysia, Hermono mengatakan, pemulangan para PMI itu dilakukan lantaran mereka masuk ke Malaysia melalui aplikasi MyTravelPass.

''Izin masuk melalui agen aplikasi MyTravelPass sangat berisiko menjadi korban perdagangan orang dan terksploitasi, karena tak ada pihak yang mmenjamin perlindungannya,'' kata Hermono melalui rilis kepada wawasan.suaramerdeka.com, Jumat, 7 Januari 2022.

Baca Juga: Anak-anak Senang Divaksin di KRI Surabaya 591, Tak Urung Ada juga yang Menangis

Selain itu, kata Hermono lagi, tidak dilengkapi dengan kontrak kerja yang diketahui oleh Perwakilan Indonesia maupun BP2MI.

Hermono mengatakan, empat dari delapan PMI yang dipulangkan itu sebelumnya nekat melarikan diri dari gedung lantai 3 pada pukul 02.00 waktu setempat menggunakan sprei.

''Mereka sudah tidak tahan lagi menghadapi kekejaman perlakuan agen, yang memperlakukan para PMI itu tidak manusiawi,'' ungkapnya.

Baca Juga: Punya Komitmen Kuat Terhadap Pelestarian Lingkungan Hidup, Kapolda Jateng dan Wakilnya Terima Penghargaan

Bahkan, sambungnya lagi, PMI yang ke Malaysia dengan prosedur ini juga berpotensi menjadi korban perdagangan orang.

Dikatakan Hermono, bekerja ke Malaysia menggunakan izin bekerja melalui MyTravelPass mungkin sah menurut aturan Malayasi, tetapi melanggar aturan Perundang-undangan Indonesia.

Halaman:

Editor: Eddy Tuhu

Tags

Terkini

X