Malangnya Nasib Pekerja Migran Indonesia! Kerja 12 Tahun Tak Dibayar, Malah Dituntut Ganti Rugi Rp 1,7 Juta

- Jumat, 29 Oktober 2021 | 22:09 WIB
Ilustrasi Pekerja Migran. /Pixabay/
Ilustrasi Pekerja Migran. /Pixabay/

KUALA LUMPUR, suaramerdeka-wawasan.com - Sungguh tragis nasib yang dialami oleh SB (43 tahun), Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Malang yang bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga (ART) di Malaysia.

Ia tidak dibayar gajinya selama 12 tahun, malah dituntut ganti rugi RM 500 (sekitar Rp1,7 juta) karena melarikan diri dari majikan.

Menurut pengakuan SB, mulai bekerja di Malaysia sejak tahun 2009 pada seorang majikan warga Malaysia, yang menyandang gelar terhormat.

Baca Juga: Penyelundupan Sabu ke Lapas Kedungpane yang Dikemas dalam Bola Tenis Digagalkan, Pelaku dan Penerima Diringkus

Selama 12 tahun bekerja, SB yang tak pernah pindah majikan itu hanya sekali mengirim uang sebanyak RM 300.

Pada awal bekerja, majikan SB menjanjikan gaji per bulan RM 500. Namun setiap kali SB meminta gajinya, selalu ditolak dengan alasan takut hilang.

Bukan hanya gajinya tidak dibayar, ia pun dilarang berkomunikasi dengan keluarganya.

Baca Juga: Holywings Bar dan Marabunta Resto & Bar di Kota Lama Ditutup Sebulan oleh Satpol PP Kota Semarang

Pernah satu kali ia berkomunikasi dengan keluarganya di Malang dengan meminjam telepon genggam milik rekan PMI yang berkerja pada majikan yang sama, langsung dimarahi karena ketahuan majikannya.

SB dan seorang PMI yang bekerja pada majikan yang sama, melarikan diri dari rumah majikan untuk meminta perlindungan kepada KBRI pada Februari 2021.

Halaman:

Editor: Eddy Tuhu

Tags

Terkini

X