Waspada Virus Mematikan Black Death Bangkit, Epidemiolog Rusia : Berasal dari Tikus

- Rabu, 13 Oktober 2021 | 09:35 WIB
Ilustrasi bakteri. Peringatan serius dari epidemiolog Rusia, wabah Black Death kembali bangkit sangat berbahaya sudah terdeteksi di tiga negara. /Pixabay/ Arek Socha
Ilustrasi bakteri. Peringatan serius dari epidemiolog Rusia, wabah Black Death kembali bangkit sangat berbahaya sudah terdeteksi di tiga negara. /Pixabay/ Arek Socha

RUSIA, suarmerdeka-wawasan.com - Penyebaran virus Covid-19 di berbagai negara kini sudah melandai.

Namun demikian penyebaran virus Covid-19 ini belum tuntas sepenuhnya dan masih terus mengancam.

Belum tuntas pembrantas virus Covid-19 kini di sejumlah negara dihantui wabah virus yang mematikan dan lebih berbahaya dari Covid-19.

Baca Juga: Pengoplos BBM di Kalimantan Tengah Terancam Hukuman 6 Tahun Penjara dan Denda Rp 60 Miliar

Wabah virus tersebut disebut wabah Black Death dan kini sudah terdeteksi di Rusia, China, dan Amerika Serikat.

Hal ini seperti diungkapkan seorang epidemiolog yang juga pejabat kesehatan masyarakat Rusia, Anna Popova, pihaknya mengingatkan adanya kebangkitan virus Black Death.

Menurut Anna Popova, virus Black Death ini disebabkan dari bakteri Yersinia Pestis yang dibawa oleh kutu di badan tikus.

Baca Juga: Kapolda Jateng Apresiasi Pembentukan Satgas Covid-19 Pelajar di Slawi : Cegah Virus Corona saat PTM

Dijelaskan oleh Anna Popova bahwa virsu Black Death ini sangat berbahaya karena bisa mengakibatkan kematian dalam waktu kurang dari 24 jam.

Menurut Anna Popova, kebangkitan Black Death dipicu oleh pemanasan global dan perubahan iklim ekstrem yang belakangan semakin parah.

Halaman:

Editor: Kusmiyanto

Sumber: Pikiran-Rakyat.com

Tags

Terkini

X