Kecewa Lesti Kejora Cabut Laporan KDRT, Komnas Perempuan: Anak Bakal Ikut Jadi Korban Fisik dan Mental

- Rabu, 19 Oktober 2022 | 12:01 WIB
Ilustrasi Lesti Kejora dan Rizky Billar saat berdamai di Polres Metro Jakarta Selatan, Selasa, 18 Oktober 2022 lalu. /Dok Istimewa/
Ilustrasi Lesti Kejora dan Rizky Billar saat berdamai di Polres Metro Jakarta Selatan, Selasa, 18 Oktober 2022 lalu. /Dok Istimewa/

JAKARTA, suaramerdeka-wawasan.com - Komnas Perempuan (Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan) merasa kecewa dengan pencabutan laporan KDRT yang dilakukan Lesti Kejora terhadap suaminya Rizky Billar.

Seperti diketahui, keputusan Lesti Kejora diambil setelah Rizky Billar ditetapkan tersangka kasus KDRT (kekerasan dalam rumah tangga), dan memutuskan berdamai dengan suaminya, Rizky Billar.

Tak pelak lagi, tindakan yang dilakukan Lesti Kejora itu menuai pro dan kontra, mengingat sebelumnya sang pedangdut itu mendapat dukungan berbagai pihak atas pelaporan KDRT suaminya.

Baca Juga: Netizen Geram Laporan KDRT Dicabut, Minta KPI Serukan Boikot Pasangan Lesti Kejora dan Rizky Billar

Komisioner Komnas Perempuan, Bahrul Fuad mengatakan, kekecewaan terhadap Lesti Kejora lantaran tak ada jaminan dari suaminya Rizky Billar berhenti melakukan KDRT usai laporan dicabut.

''Apakah ada jaminan? Apa yang bisa menjamin bahwa orang tidak akan melakukan kekerasan lagi dalam proses rumah tangganya?'' jelas Bahrul Fuad dikutip dari MataMata.com pada Selasa, 18 Oktober 2022.

Menurut Bahrul, bila KDRT terjadi lagi, anak justru akan mendapat contoh yang buruk dalam rumah tangga Rizky Billar dan Lesti Kejora.

Baca Juga: Untuk Mencabut Laporannya ke Polisi, Lesti Kejora Memberikan Syarat Pada Rizky Billar

''Ya mau membuat figur yang bagaimana, kalau itu terjadi lagi. Kasus kekerasan dalam rumah tangga itu, anak akan memiliki model yang buruk di dalam kehidupannya,'' ungkap Bahrul.

Ia berharap, perempuan yang mengalami KDRT juga perlu memikirkan kondisi anaknya, bila bertahan hidup di dalam rumah tangga penuh dengan kekerasan.

Sebab, katanya lagi, bukan tak mungkin anak juga bisa menjadi korban kekerasan secara fisik maupun mental.

Baca Juga: Lesti Kejora Akhirnya Mau Damai dengan Rizky Billar. Ini Alasan

''Kita juga harus berpikir untuk menyelamatkan anak. Jangan sampai ke depan kalau KDRT terjadi lagi, tidak menutup kemungkinan anak akan menjadi korban. Baik korban secara fisik maupun trauma psikologis,'' jelasnya.

Tak hanya itu, kata Bahrul lagi, anak juga bisa membawa pola kekerasan dalam rumah tangga itu dalam kehidupannya sehari-hari dan di masa depan.

''Itu akan terekam pada memori anak dan akan diwariskan dalam kehidupan, itu berbahaya,'' ujar Bahrul.***

Halaman:

Editor: Eddy Tuhu

Tags

Terkini

X