Video Syur Mirip Rebecca Klopper Akhirnya Dilaporkan ke Bareskrim Polri

- Rabu, 24 Mei 2023 | 21:37 WIB
Asosiasi Lawyer Muslim Indonesia melaporkan pemeran, pembuat dan penyebar video syur mirip artis Rebecca Klopper ke Bareskrim (tangkapan layar)
Asosiasi Lawyer Muslim Indonesia melaporkan pemeran, pembuat dan penyebar video syur mirip artis Rebecca Klopper ke Bareskrim (tangkapan layar)

JAKARTA, suaramerdeka-wawasan.com – Video syur mirip Rebecca Klopper akhirnya secara resmi diadukan ke Bareskrim Mabes Polri.  Adalah Asosiasi Lawyer Muslim Indonesia (ALMI) yang membuat aduan tersebut.

Perwakilan Asosiasi Lawyer Muslim Indonesia yaitu Bionda Johan Anggara, Asbat dan Mualim melaporkan ke Bareskrim Mabes Polri pada Selasa, 23 Mei 2023.

Mereka menilai video syur berdurasi 47 detik dengan pemeran mirip artis Rebecca Klopper itu telah meresahkan masyarakat.

Baca Juga: Duh...Rebecca Klopper Diusir dari Tempatnya 'Ngumpet'

‘’Kami ingin melaporkan adanya tindak pidana pornoaksi dan pornografi yang dilakukan oleh publik figur berinisal RK,’’ kata Mualim yang menjadi juru bicara.

Selain RK, akun yang menyebarkan video itu juga turut dilaporkan. ‘’Cuma kami belum bisa membuka secara lebar kepada publik. Karena ini adalah tugas kepolisian untuk mendalami terkait video yang lagi beredar ini," tambahnya.

Menurut ALMI, mereka menyebarkan video-video syur atau pornografi di media sosial baik twitter maupun tiktok.

Kondisi itu meresahkan baik itu masyarakat, warganet, maupun netizen. Makanya, ALMI meminta pada aparat penegak hukum untuk melakukan proses hukum kepada yang bersangkutan.

ALMI menuding RK sudah melanggar pasal 4 UU nomor 44 tahun 2008 juncto UU ITE tentang pornografi.

Asbat menyebut, terhadap pelanggaran itu, maka para terlapor bisa diancam pidana maksimal 6 tahun penjara.

Baca Juga: Heboh! Video Syur Mirip Rebecca Klopper Viral. Ini Tanda-tanda yang Mirip

ALMI menyebut pihaknya sebelum melaporkan ini sudah berkonsultasi di siber (Unit Siber Bareskrim). ‘’Sekarang sudah ada surat tanda terima aduan kami langsung ke Kabareskrim," kata Mualim secara terpisah.

Pihak ALMI kini tengah mengumpulkan bukti-bukti demi memperkuat laporannya. Ke depannya, ia akan memperkuat laporannya tersebut.

"Kasus ini akan menjadi atensi publik," tegasnya. Hal itu, lanjutnya, karena sesuai dengan amanat Undang-Undang Pornografi, itu memang sangat merusak generasi bangsa.

‘’Jangankan memproduksi, menyebar aja, menonton aja bisa kena tindak pidana. Kan begitu," tegasnya.

Halaman:

Editor: Didik Saptiyono

Tags

Terkini

X