Sulap Anyaman Pandan Jadi Produk Ekspor, Kisah Sukses Eva, Pengrajin Pandan di Medan Bedagai

- Rabu, 25 Januari 2023 | 20:40 WIB
Beberapa ibu-ibu memperlihatkan hasil kerajinan anyaman pandan berupa tas (Dok)
Beberapa ibu-ibu memperlihatkan hasil kerajinan anyaman pandan berupa tas (Dok)

MEDAN, suaramerdeka-wawasan.com – Dunia seni kerajinan anyaman pandan jika ditekuni, ternyata bisa menghasilkan cuan yang tidak sedikit. Bahkan karena ketekunan dan kreatifitasnya bisa sampai menembus pasar ekspor.

Adalah Eva Harlia, perempuan asal Dusun III Desa Pantai Cermin kanan, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, yang tekun berkecimpung selama 13 tahun di dunia seni kerajinan anyaman pandan. Usaha kerajinan anyaman pandan yang diberi bernama "Menday Gallery and Souvenir".

Sejak dulu, daerah Eva tinggal, memang memiliki sumber daya alam yang cukup melimpah, terutama pohon pandan. Karena pandan merupakan tumbuhan endemik yang tumbuh subur di pesisir pantai.

Baca Juga: BRI Sukses Meraih 10 Prestasi di 2022. Ini Strateginya Menghadapi Tahun 2023

Oleh karena itu, daerahnya menjadi sentra kerajinan anyaman terutama lembaran tikar dengan bahan baku pandan. Melihat hal itu, Eva pun tergerak untuk melestarikan keunggulan di daerahnya tersebut.

"Di sini termasuk sentra, memang dari orang tua kami sudah bergelut di bidang anyaman penghasil lembaran tikar. Dari situlah saya tergerak memulai usaha ini dari 2010. Jadi sudah 13 tahun saya berkecimpung di usaha ini," kata Eva.

Dengan modal awal digenggam hanya Rp 500 ribu, yang digunakan untuk membeli bahan baku pendukung agar anyaman pandan tersebut bernilai jual tinggi.

Produk dihasilkan kelompok usaha ini akhirnya tidak melulu lembaran tikar, tetapi bervariasi, diantaranya aneka tikar, sandal, aneka tas dan souvenir anyaman Pandan, serta box dari anyaman berbagai bentuk.

Harga yang paling murah untuk souvenir dibanderol Rp 5.000, sedangkan kerajinan tikar berukuran besar, dan motifnya sulit, itu dijual dengan harga Rp 7,5 juta.

Baca Juga: Mau tahu Pendorong Keberhasilan BRI Melakukan Transformasi Digital? Simak 2 Kuncinya

Produk yang paling laku dibeli adalah produk tas seperti goody bag, karena produk itu sedang trend di kalangan masyarakat.

Eva mengaku, mampu memproduksi kerajinan anyaman hingga ribuan per bulan. Karena telah menggunakan mesin jahit, sehingga bisa mempermudah dan mempercepat produksi.

Dalam produksinya pun, Eva dibantu oleh kelompok usaha yang terdiri dari 300 orang perempuan. Kelompok usaha ini terbagi menjadi beberapa bagian.

Diantaranya penyedia bahan baku, yang menyiapkan bahan baku berasal dari kalangan ibu rumah tangga yang memang tinggal di pesisir pantai dan mereka mengolah daun pandan setengah jadi, dalam bentuk daun kering.

Kemudian, masuk kebagian yang bertugas pengerjaan khusus lembaran tikar, selanjutnya diolah menjadi berbagai bentuk.

Halaman:

Editor: Didik Saptiyono

Tags

Terkini

Yuk Simak Tips Melakukan Rafting Bagi Para Pemula

Rabu, 10 Agustus 2022 | 10:05 WIB
X