Lestarikan Tradisi Budaya Lokal, Para Petani Desa Laban Kendal Gelar Tasyakuran Tingkeban

- Kamis, 21 Juli 2022 | 16:12 WIB
Petani di Desa Laban, Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal menggelar tasyakuran tingkeban di jalan arel persawahan, Kamis, 21 Juli 2022. /Dok Istimewa/
Petani di Desa Laban, Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal menggelar tasyakuran tingkeban di jalan arel persawahan, Kamis, 21 Juli 2022. /Dok Istimewa/

KENDAL, suaramerdeka-wawasan.com - Para petani Desa Laban, Kecamatan Kangkung, Kendal, masih melestarikan tradisi budaya lokal dengan menggelar selamatan tingkeban, yang menandai padi mulai berbulir.

Selamatan tingkeban yang diikuti warga, tokoh masyarakat, dan Kepala Desa Laban Abdul Farah, diselenggarakan di jalanan sekitar persawahan desa tersebut pada Kamis pagi, 21 Juli 2022.

Dalam tradisi Jawa, selamatan tingkeban adalah salah satu tradisi daur tanaman padi menginjak bulir padi mulai berisi.

Baca Juga: Mobil Bak Terbuka Angkut 27 Penumpang Terjun ke Jurang di Brebes, Dua Orang Meninggal

Tujuannya adalah, bersyukur dan mendoakan agar tanaman padi yang bulirnya mulai berisi beras, terus tumbuh dengan bagus, dijauhkan dari berbagai kekurangan, utamanya hama.

Layaknya manusia, upacara tingkeban juga dilakukan untuk wanita yang sedang hamil anak pertama menginjak usia kandungan tujuh bulan.

Tujuannya juga sama, mendoakan bayi yang dikandung agar terlahir dengan normal, lancar, dan dijauhkan dari berbagai kekurangan dan berbagai bahaya.

Baca Juga: Diprediksi Terjadi Hujan Meteor Bertepatan Malam 1 Suro, Simak Tips Cara Menyaksikannya

Bentuk syukur inilah, yang dilakukan para petani Desa Laban untuk mengadakan tasyakuran sederhana, dengan berdoa serta makan bersama di jalanan sekitar areal sawah.

Kades Desa Laban, Abdul Farah mengatakan, selamatan tingkeban pari ini merupakan tradisi yang sudah mengakar, dan turun temurun sejak nenek moyang.

Halaman:

Editor: Eddy Tuhu

Tags

Terkini

Yuk Simak Tips Melakukan Rafting Bagi Para Pemula

Rabu, 10 Agustus 2022 | 10:05 WIB
X