Seniman Tak Pernah Pensiun. Mbah Ngatman (77 Th) dari Dalang ke Pengrajin Wayang

- Senin, 18 Juli 2022 | 20:29 WIB
Mbah Ngatman, dalang yang beralih profesi sebagai pengrajin wayang
Mbah Ngatman, dalang yang beralih profesi sebagai pengrajin wayang

“Saya belajar dan bisa membuat wayang ini sejak remaja sampai sekarang. Saya terima pesanan, atau sekedar memperbaiki wayang kulit,” kata Ngatman saat ditemui, Minggu (17/7/2022).

Selain itu, lanjutnya, dia juga menerima jasa untuk memperbaiki (permak) wayang kulit. Untuk menyelesaikan satu buah hiasan dinding wayang berbahan kulit kambing sapi atau kerbau, Ngatman membutuhkan waktu lebih kurang satu minggu, hingga satu bulan.

Waktu selama itu ia gunakan mulai dari menggambar sketsa, menatah (sungging), hingga mewarnai dan bila perlu dipigura. “Untuk satu buah hiasan dinding wayang ini saya butuhkan waktu lebih kurang satu bulan,” ucapnya.

Menurutnya, jasa pembuatan hiasan dinding wayang, tergantung karakter wayang dan tingkat kerumitan dalam menyungging. Diakuinya, jasa untuk satu buah hiasan dinding wayang, dengan dua atau tiga tokoh wayang, senilai Rp750 ribu.

Baca Juga: Awas Lurr, Jangan Main Ponsel saat Dicas! Seorang Warga Klaten Alami Luka Bakar Gegara Hpnya Meledak

Biasanya, kata dia, para pemesan membawa kulit kambing atau sapi sendiri. Meski demikian, dia juga menyediakan beberapa kulit kambing siap pakai untuk dibuat hiasan dinding wayang.

“Yang pesan itu untuk dibuatkan tokoh wayang kulit untuk hiasan dinding tanpa memotong kulit. Jadi bagian tengah yang dibuat tampilan satu atau dua wayang,” jelas Ngatman.

Disampaikan, dibalik ketekunan menjadi perajin hiasan dinding wayang kulit itu, dirinya berusaha menebarkan edukasi kepada generasi muda, khususnya untuk mengenalkan wayang kulit kepada mereka. Ini, katanya, penting untuk melestarikan seni budaya peninggalan leluhur asli Indonesia.

Kini, di usia yang sudah sepuh (tua), dirinya tinggal bersama anak dan cucunya di Desa Sogo, Kecamatan Kedungtuban. Sedangkan istrinya, sudah lama meninggal dunia.

Peminat seni budaya desa setempat M Solichan Mochtar mengapresiasi karya Ngatman. Menurutnya, sikap Ngatman dalam melestarikan kebudayaan tradisional Indonesia, perlu dicontoh bagi generasi muda.

Halaman:

Editor: Didik Saptiyono

Tags

Terkini

Yuk Simak Tips Melakukan Rafting Bagi Para Pemula

Rabu, 10 Agustus 2022 | 10:05 WIB
X