Gaya Hidup Tak Teratur Sebabkan 5 Penyakit yang Bisa Mengakibatkan Kematian

- Rabu, 16 Juni 2021 | 20:32 WIB
Ilustrasi penyakit jantung. /Pixabay
Ilustrasi penyakit jantung. /Pixabay

JAKARTA, suaramerdeka-wawasan.com-Gaya hidup yang tidak teratur disertai pola makan yang berlebihan akan menyebabkan beberapa penyakit.

Tanpa disadari di sekeliling kita muncul penyakit-penyakit berbahaya tetapi tidak terlalu terlihat. Ini juga karena gaya hidup serta pola makan yang sembarangan.

Berbeda dengan Covid-19, penyakit-penyakit ini secara diam-diam menggerogoti tubuh tanpa adanya gejala berarti.

Baca Juga: 2 Petugas LP Kedungpane Terpapar Covid, 500 Narapidana Diisolasi Mandiri

Tetapi jika tak diawasi dengan benar, maka penyakit tersebut bisa menimbulkan situasi serius yang berakibat pada kematian.

Penyakit-penyakit ini pun disebut dengan julukan silent killer (pembunuh diam-diam) karena bisa saja tiba-tiba datang dan menyebabkan kematian.

Penyakit apa saja yang dimaksud sebagai pembunuh diam-diam tersebut? dikutip Pikiran-Rakyat.com dari PMJ News, inilah lima penyakit yang bisa menyebabkan kematian mendadak:

Baca Juga: UPDATE Corona di Indonesia per Rabu 16 Juni 2021, MeningkatJadi 1.937.652 Orang

1.Hipertensi:

Penyakit ini dikenal juga sebutan tekanan darah tinggi. Penyakit hipertensi bisa jadi faktor pemicu penyakit lainnya seperti jantung koroner dan serangan jantung.

Berdasar data Riskesdas 2018, sekitar 34 persen orang Indonesia memiliki hipertensi. Dari sekian banyak penderita hipertensi.

2.Jantung Koroner

Jantung koroner (coronary artery disease) disebabkan penumpukan plak pada dinding arteri yang menyuplai darah ke jantung dan organ tubuh lain.

Penumpukan ini akan mempersempit aliran darah ke jantung yang lama-lama akan menyebabkan penyumbatan (aterosklerosis).

3. Diabetes

Diabetes merupakan penyakit umum yang sering terjadi pada masyarakat Indonesia.

Tetapi perlu diketahui bahwa diabetes bisa menjadi pintu masuk dari penyakit-penyakit lainnya yang lebih parah seperti penyakit jantung, penyakit ginjal, stroke, neuropati, ketoasidosis diabetik.

4. Osteoporosis

Osteoporosis terjadi ketika tulang manusia sudah tak sekuat dulu lagi. Tulang yag menopang tubuh manusia menjadi kurang pada bahkan keropos.

Osteoporosis membuat tulang rentan retak dan patah. Tanpa penanganan serius, mobilitas pasien bisa sangat terbatas, rasa sakit, depresi yang kemudian menurunkan kualitas hidup.

5. Kanker Payudara

Kanker payudara memiliki reputasi sebagai salah satu kanker paling mematikan. Namun, deteksi dini akan membantu proses penyembuhan dan mencegah kematian. Deteksi dini bisa dilakukan dengan metode Sadari (pemeriksaan payudara sendiri).

Sadari dilakukan dengan mencermati perubahan bentuk dan permukaan kulit payudara, kemudian pada area puting pada 7-10 hari setelah menstruasi. Jika Anda menemukan perubahan sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter.

 

Halaman:
1
2
3

Editor: Kusmiyanto

Sumber: PikiranRakyat.com

Tags

Terkini

Svitolina-Monfils Menikah

Minggu, 18 Juli 2021 | 00:06 WIB
X