BRI Berkomitmen Terus Mengembangkan UMKM, Setelah Pertumbuhan Bisnis UMKM di tengah Inflasi ukup Bagus

- Minggu, 20 November 2022 | 10:13 WIB
Bazar Klaster pertandingan binaan BRI dirubung pembeli (dok)
Bazar Klaster pertandingan binaan BRI dirubung pembeli (dok)

Selain itu juga disebabkan adanya serangan penyakit pada ternak dan hama tanaman, faktor cuaca yang kurang kondusif, dan harga beberapa komoditas perkebunan yang menurun seperti karet dan kelapa sawit.

Sementara itu, sektor hotel dan restoran mengalami perlambatan pertumbuhan karena tingkat penjualan kembali ke level normal setelah berlalunya periode lebaran serta daya beli masyarakat yang menurun.

Baca Juga: BRI Optimalkan Potensi UMKM Dalam Menyerap Tenaga Kerja Melalui Holding Ultra Mikro

Indeks Ekspektasi

Meskipun pertumbuhan bisnis UMKM melambat, namun sebagian besar pelaku UMKM tetap optimistis terhadap kinerja usahanya pada kuartal IV-2022. Hal ini dapat dilihat dari indeks ekspektasi bisnis UMKM yang berada di level 126,5 atau dalam fase optimistis.

Hasil survey ini menyebut efek kenaikan harga BBM bersubsidi cenderung bersifat sementara sehingga pelaku UMKM optimistis bisnisnya dapat lebih ekspansif pada kuartal IV-2022.

Hal ini ditopang oleh hasil survey Ekspektasi Indeks Sentimen pebisnis UMKM yang tetap berada pada level yang tinggi yaitu 134,6, jauh diatas ambang batas 100.

Sejalan dengan perlambatan pertumbuhan bisnis UMKM, maka sentimen pebisnis UMKM terhadap perekonomian dan usaha secara umum juga menurun, namun masih tetap kondusif.

Hal ini tercermin pada Indeks Sentimen Bisnis (ISB) UMKM dari 126,1 pada kuartal II-2022 menjadi 114,6 pada kuartal III-2022.

Meski begitu, ISB UMKM pada kuartal III-2022 ini masih mampu melewati ambang batas 100,00 sehingga dapat diindikasikan masih kondusif.

Halaman:

Editor: Didik Saptiyono

Tags

Terkini

Perluas Transaksi Digital, BRI Gandeng Oppo Indonesia

Kamis, 19 Januari 2023 | 07:04 WIB

Fortune Indonesia, Referensi Berita Bisnis Anak Muda

Selasa, 6 Desember 2022 | 18:58 WIB
X