BRI Gunakan Data untuk Memetakan Layanan Keuangan yang Paling Sesuai Bagi Pelaku Usaha Mikro dan Ultra Mikro

- Jumat, 11 November 2022 | 19:49 WIB
Petugas Holding Ultra Mikro BRI dan PT PNM menginput data nasabah di lapangan (Ist)
Petugas Holding Ultra Mikro BRI dan PT PNM menginput data nasabah di lapangan (Ist)

JAKARTA, suramerdeka-wawasan.com - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menjadikan data sebagai aspek kunci dalam memetakan dan menjangkau masyarakat, yang selama ini belum terlayani oleh lembaga keuangan formal.

Makanya, saat pembentukan Holding Ultra Mikro yang dipimpin bersama PT Pegadaian dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) integrasi data ini turut menjadi sorotan.

Dalam acara Talkshow ‘Financial Inclusion Talk’, Direktur Utama BRI Sunarso mengungkapkan, bahwa integrasi data nasabah menjadi salah satu prioritas utama dalam awal pembentukan Holding Ultra Mikro.

Baca Juga: BRI Optimalkan Potensi UMKM Dalam Menyerap Tenaga Kerja Melalui Holding Ultra Mikro

“Pembentukan holding menjadikan kami memiliki data yang sangat besar. Saat ini sudah mengintegrasikan 25 juta data,’’ katanya.

Dalam talkshow yang diselenggarakan dalam rangka mendukung presidensi G20 ini, Sunarso menyebut, bahwa ketersediaan data yang akurat akan memudahkan perseroan.

Terutama, katanya, dalam mengidentifikasi layanan keuangan yang paling sesuai dan dibutuhkan oleh nasabah, terutama pelaku usaha ultra mikro dan mikro.

Lantas apa gunanya? Menurut Sunarso ketersediaan data ini membuat pihaknya bisa meng-asses perilaku para pelaku usaha mikro dan digunakan untuk meningkatkan kebutuhan literasi pemberdayaan mereka.

Baca Juga: Terus Melakukan Penguatan ESG, BRI Dinobatkan Sebagai Bank dengan Pengelolaan Resiko ESG Terbaik

‘’Mudah-mudahan dengan solid-nya pemberdayaan dari BRI di ultra mikro, akan terjadi akselerasi naik kelas. Nah kepada tiga entitas apa impact-nya, kita bisa memberikan layanan produk lebih baik lagi. Pembiayaan lebih besar lagi," tegasnya.

Holding Ultra Mikro memiliki target besar untuk melayani sebanyak 45 juta nasabah ultra mikro. Sebanyak 30 juta nasabah di antaranya bahkan belum mendapatkan akses layanan keuangan.

Oleh sebab Itu, Sunarso berharap, holding yang dipimpin BRI ini punya peran besar sebagai garda terdepan dalam mewujudkan Inklusi keuangan di Indonesia.

Selain data, integrasi layanan juga ditempuh Holding Ultra Mikro sebagai upaya efisiensi. “Jadi penyatuan dari resources, kantor-kantor fisik. Terutama yang dimiliki BRI,’’ katanya.

Baca Juga: Fasilitasi Pengembangan UMK, BRI Beri Kemudahan Bagi Perseroan Perorangan

‘’Co-location SENYUM (Sentra Layanan Ultra Mikro) adalah salah satu bentuknya, di dalamnya ada Pegadaian layanannya ada di situ, kemudian PNM juga ada disitu, kemudian mereka berkolaborasi untuk men-deliver layanan lebih banyak lagi,” tambahnya.

Halaman:

Editor: Didik Saptiyono

Tags

Terkini

Perluas Transaksi Digital, BRI Gandeng Oppo Indonesia

Kamis, 19 Januari 2023 | 07:04 WIB

Fortune Indonesia, Referensi Berita Bisnis Anak Muda

Selasa, 6 Desember 2022 | 18:58 WIB
X