Hidupkan Bandara JB Soedirman lewat Blocking Seat, Bupati Purbalingga Kumpulkan Kades dan Camat

- Rabu, 19 Oktober 2022 | 17:31 WIB
Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi, saat memberikan penjelasan soal blocking seat kepada para Kades dan Camat untuk menghidupkan Bandara JB Soedirman. /Dok Istimewa/
Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi, saat memberikan penjelasan soal blocking seat kepada para Kades dan Camat untuk menghidupkan Bandara JB Soedirman. /Dok Istimewa/

PURBALINGGA, suaramerdeka-wawasan.com - Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi, mengumpulkan seluruh Kepala Desa dan Camat untuk mencari solusi, guna menghidupkan Bandara Jenderal Besar (JB) Soedirman.

Menurut Bupati, sesuai arahan Menteri Perhubungan (Menhub), Pemkab Purbalingga dibebani 20 tiket penerbangan dari dan menuju bandara, yang akan beroperasi dua kali setiap minggunya mulai Oktober 2022.

''Sesuai kesepakatan saat ada Pak Menhub, bahwa Pemerintah Kabupaten diminta untuk melakukan Blocking Seat, memastikan akan membeli tiket pesawat. Kita ada tugas 20 tiket per penerbangan,'' kata Tiwi, panggilan akrab Bupati Purbalingga kepada wartawan, Rabu, 19 Oktober 2022.

Baca Juga: Polda Jateng Buru Pelempar Kendaraan di Tol Semarang ke Solo, Kapolda: Sudah Dibentuk Tim Mobile

Dengan mengumpulkan para Kades dan Camat itu, dia berharap, agar kuota tiket penerbangan yang dibebankan dapat dipikirkan bersama, tidak hanya oleh pemerintah daerah.

Menurutnya, jika hanya mengandalkan perjalanan dinas, apa yang diharapkan Menhub tak mungkin bisa dilakukan, sehingga mengundang Kades dan Camat di daerahnya untuk mencari solusi.

''Ini harus ada kerja bersama antara pemkab, kecamatan, dan teman-teman desa, nantinya dengan menggunakan dana-dana yang ada di desa, seperti BHPR (Bagi Hasil Pajak dan Retribusi),'' ungkapnya.

Baca Juga: Andien Aisyah Akui Tak Mudah Putuskan Pacar yang Suka Lakukan Tindakan Kasar, Bucin?

Tiwi mengklaim, bahwa seluruh kepala desa sepakat untuk merealisasikan gagasan itu, karena Purbalingga merupakan daerah yang ditempati Bandara JB Soedirman secara langsung.

''Nah, ini alhamdulillah kepala desa sepakat, karena apa pun keberadaan bandara adalah program dari pemerintah pusat, sehingga kita pun mengamankan kebijakan itu,'' ucapnya.

Tiwi pun berharap, langkah yang dilakukan Purbalingga dapat dilakukan juga oleh daerah lain yang telah diberi jatah blocking seat, agar yang telah diprogramkan oleh Menhub dapat terealisasi.

Baca Juga: Soal Desakan PSSI Gelar KLB Terkait Tragedi Kanjuruhan, Hanya Bisa Datang dari Anggota Pemilik Suara

''Masing-masing kabupaten dijatah beda, kalau kita sebagai kabupaten yang ketempatan bandara ploting-nya paling banyak. Semoga langkah ini menjadi acuan kabupaten lain,'' tuturnya.

Ketua Persatuan Perangkat Desa Republik Indonesia (PPDRI) Purbalingga, Sahuri, juga mendukung program ini, dan berpesan agar seluruh desa bisa satu persepsi terkait penggunaan BHPR 2022 untuk perjalanan dinas.

''Kami prinsipnya mendukung dengan adanya program ini. Untuk tahun 2023 saya rasa tidak perlu dipermasalahkan, dan tahun 2022 pun sudah terbantu dengan BHPR. Harapan kami, setelah ini ada surat ke desa-desa biar kita satu persepsi,'' imbuhnya.***

Halaman:

Editor: Eddy Tuhu

Tags

Terkini

Perluas Transaksi Digital, BRI Gandeng Oppo Indonesia

Kamis, 19 Januari 2023 | 07:04 WIB

Fortune Indonesia, Referensi Berita Bisnis Anak Muda

Selasa, 6 Desember 2022 | 18:58 WIB
X