Banyak Startup yang Gagal Usaha. Begini Solusinya Menurut Jokowi

- Senin, 26 September 2022 | 12:36 WIB
Presiden Joko Widodo
Presiden Joko Widodo

TANGERANG, suaramerdeka-wawasan.com – Dampak perang Rusia-Ukraina memiliki dampak ekonomi yang sangat besar, terutama di sektor pangan. Dalam situasi itu, dunia dilanda krisis pangan yang luar biasa.

Namun situasi yang berkembang justru membuka peluang usaha di sektor pangan menjadi terbuka begitu lebar dan bahkan membesar.

"Masalah krisis pangan, urusan pangan ke depan ini akan menjadi masalah besar. Ini harus dipecahkan oleh teknologi. Dan itu adalah kesempatan, peluang, dan opportunity,’’ kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) seperti dikutip Antara.

Baca Juga: Pertalite Trending Setelah Dituding Kualitasnya Menurun. Pertamina Buka Suara

Oleh karenanya, Presiden Jokowi berharap, para pelaku usaha rintisan atau startup untuk berani menangkap peluang ini.

Pasalnya berdasarkan populasi startup Indonesia saat ini, kata Jokowi, hanya empat persen saja yang berkecimpung di sektor agrikultur. Demikian disampaikan Presiden saat membuka BUMN Startup Day di ICE BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten, Senin, 26 September 2022.

Porsi empat persen itu masih tertinggal jauh dibandingkan sektor fintech yang mendominasi populasi startup Indonesia dengan 23 persen atau ritel sebesar 14 persen.

Presiden menjabarkan dalam sektor pangan terdapat setidaknya tiga aspek yang bisa disasar oleh para pelaku usaha rintisan Indonesia, yakni produksi, distribusi, dan pemasaran.

"Di sini ada peluangnya semuanya. Urusan produksinya ada, urusan distribusinya ada, urusan pasarnya ada, semua peluangnya," katanya.

Baca Juga: Luncurkan Program Solusi, Menteri BUMN Pastikan Harga Solar Subsidi untuk Nelayan Seperti di SPBU

Halaman:

Editor: Didik Saptiyono

Tags

Terkini

X