Jual Beli Selfie KTP Meresahkan, Pakar Siber Minta OJK dan Polri Berantas Pinjol Ilegal

- Selasa, 29 Juni 2021 | 13:04 WIB
Ilustrasi utang, pakar minta OJK dan Polri berantas pinjol. /Pixabay/artbaggage
Ilustrasi utang, pakar minta OJK dan Polri berantas pinjol. /Pixabay/artbaggage


JAKARTA, suaramerdeka-wawasan.com - Pakar siber keamanan, Doktor Pratama Persadha, meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Polri memberantas pinjaman online (pinjol) ilegal, yang marak tersebar di media sosial.

Permintaan tersebut, berkaitan dengan berita viral beberapa waktu lalu tentang jual beli selfie dan KTP, yang tersebar di media sosial.

Sebelumnya, ada akun yang mengunggah adanya oknum tidak bertanggung jawab, menyebarkan data diri milik orang lain termasuk foto selfie dan KTP.

Baca Juga: Sinopsis Ikatan Cinta 29 Juni 2021: Papa Surya Kejang, saat Aldebaran Bongkar Bukti Kejahatan Elsa

Dalam unggahan tersebut, pengguna akun mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati, karena data diri bisa diretas dan dijual oleh oknum tidak bertanggung jawab.

Padahal, ada beberapa platform yang mengharuskan verifikasi dengan menggunakan foto selfie dan KTP.

"Kasus selfie KTP yang diperjualbelikan ini memang cukup meresahakn karena dibarengi atau diikuti dengan tindak kejahatan transfer tanpa sepengetahuan korban ke rekeningnya oleh pinjol ilegal," kata Pratama Persadha dikutip dari Antara.

Baca Juga: Deschamps Menilai Kalah Adu Penalti Selalu Kejam

Diungkapkan lebih lanjut oleh Pratama, pihak penjual menjual data pribadi di media sosial dengan harga mulai dari Rp 15 ribu hingga Rp 25 ribu.

Harga tersebut, bergantung dengan kelengkapan identitas yang ada, dan baru atau lamanya data tersebut.

Halaman:

Editor: Eddy Tuhu

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Terkini

X