Persoalan Utang Indonesia, DPR : Makin Mengkhawatirkan, Perlu Dikaji Lebih Dalam

- Jumat, 25 Juni 2021 | 08:59 WIB
Ilustrasi grafik ekonomi. /Pixabay/Gerd Altmann
Ilustrasi grafik ekonomi. /Pixabay/Gerd Altmann

JAKARTA, suaramerdeka-wawasan.com - Sejumlah kalangan menilai perekonomian Indonesia makin terpuruk.

Hal ini terlihat dari menumpuknya utang Indonesia ke luar negeri.

Anggota Komisi XI DPR Anis Byarwati menyampaikan sejumlah catatan terkait persoalan utang Indonesia.

Catatan pertama, persoalan utama utang Indonesia sebagai upaya pemerintah supaya penerimaan negara lebih dipacu dibanding utang .

Faktanya bahwa utang tumbuh lebih tinggi dibandingkan penerimaan negara maupun pertumbuhan ekonomi.

Baca Juga: Pelaku Penembakan Pelajar di Jakarta 4 Tersangka, Kapolres Metro Jakarta Barat : Punya Peran Berbeda

“Sehingga Indonesia semakin terjebak dalam utang,” katanya dalam Raker Komisi XI DPR bersama Menteri Perencanaan Pembangunan Negara/Ketua Bappenas.

Anis Byarwati memaparkan catatan kedua terkait dengan porsi utang, yaitu dalam valas menurun menjadi 13 persen dari total utang pemerintah.

Namun, Wakil Ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR itu menilai bahwa nilai rupiah yang cenderung terdepresiasi menyebabkan utang negara semakin riskan, baik cicilan pokok maupun bunga.

“Dengan kondisi seperti ini, bagaimana mungkin kita masih mengatakan utang kita aman-aman saja,” katanya yang dikutip Pikiran-Rakyat.com dari DPR RI, Jumat, 25 Juni 2021.

Halaman:

Editor: Kusmiyanto

Sumber: Pikiran Rakyat

Terkini

X