Kemenkue Setujui Pembelian 2 Pesawat Tanker Terbaru, Meski Harus Ngutang Rp 10,1 Triliun

- Rabu, 23 Juni 2021 | 11:05 WIB
llustrasi pesawat tanker Boeing KC-46 / U.S. Air Force via Reuters
llustrasi pesawat tanker Boeing KC-46 / U.S. Air Force via Reuters

JAKARTA, suaramerdeka-wawasan.com - Pemerintah Indonesia akan membeli dua pesawat tanker terbaru, yang akan digunakan oleh Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara ( TNI AU ).

Anggaran untuk membeli dua pesawat tersebut sudah disetujui oleh Kementrian Keuangan (Kemenkue), meski harus ngutang lagi ke luar negeri sebesar 700 juta dolar AS atau setara Rp 10,1 triliun.

Sehingga beban ngutang Indonesia semakin menumpuk, bagaikan gunung.

Baca Juga: 6 Masalah Dalam Pemulihan Ekonomi Nasional Temuan BPK Dilaporkan ke DPR

Hal itu terungkap dalam laman Janes.com dengan judul 'Indonesia approves USD700 million in foreign loans for aerial tanker buy' yang dirilis pada Senin, 21 Juni 2021.

Disebutkan dalam pemberitahuan yang dikeluarkan oleh Kemenkeu pada 26 April mencantumkan total 31 program Kementerian Pertahanan (Kemenhan) yang pendanaannya melalui pinjaman luar negeri telah disetujui.

Pemberitahuan itu dikeluarkan setelah berkonsultasi dengan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), daftar tersebut yang awalnya diklasifikasikan, telah diberikan kepada Janes oleh sumber pemerintah, seperti dikutip Rabu, 23 Juni 2021.

Dokumen tersebut juga menunjukkan bahwa total 56 permintaan pendanaan asing ditolak.

Janes pertama kali diberitahu oleh seorang sumber di Singapore Airshow 2018 bahwa TNI AU telah menunjuk GMF AeroAsia, anak perusahaan maskapai nasional Garuda Indonesia, untuk bantuan studi mendalam tentang kemampuan pengisian bahan bakar udara Indonesia.

Adapun di antara hal-hal yang ditelaah dalam studi tersebut adalah life cycle cost, kemampuan lokal dalam memelihara badan pesawat, kesesuaian metode pengisian bahan bakar dengan armada pesawat TNI AU, dan interoperabilitas dengan aset TNI AU yang ada.

Sebagai bagian dari temuannya, TNI-AU dan GMF AeroAsia merekomendasikan agar tanker baru dilengkapi dengan metode pengisian bahan bakar udara probe-and-drogue dan flying boom, menurut laporan Janes.

Sebelum studi bersama dengan GMF AeroAsia, TNI AU telah melakukan studi pendahuluan sendiri membandingkan Airbus A330 Multi Role Tanker Transport (MRTT), Boeing KC-46A Pegasus, dan Ilyushin Il-78.

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) melaporkan utang luar negeri (ULN) Indonesia mencapai 418,0 miliar dolar AS atau sebesar Rp5.935 triliun per akhir April 2021.

Halaman:

Editor: Kusmiyanto

Sumber: Pikiran Rakyat

Terkini

X