6 Masalah Dalam Pemulihan Ekonomi Nasional Temuan BPK Dilaporkan ke DPR

- Rabu, 23 Juni 2021 | 10:47 WIB
Pemerintah Indonesia menggencarkan program Pemulihan Ekonomi Nasionao (PEN), namun BPK menemukan adanya enam masalah. /Pixabay/mohamed_hassan
Pemerintah Indonesia menggencarkan program Pemulihan Ekonomi Nasionao (PEN), namun BPK menemukan adanya enam masalah. /Pixabay/mohamed_hassan

JAKARTA, suaramerdeka-wawasan.com - Dalam menangani pendemi covid-19 di Indonesia telah ditemukan sejumlah masalah.

Selain penanganan penyeberan covid-19 juga ditemukan masalah dalam pelaksanaan pemulihan ekonomi nasional ( PC-PEN) 2020.

Penemuan masalah tersebut ditemukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), paling tidak ada enam permasalahan dalam pelaksanaan Program Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) 2020.

Hal ini berdasarkan dari hasil pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) Tahun 2020.

Baca Juga: Kejagung Belum Putuskan akan Kasasi Atas Putusan Banding Terdakwa Pinangki

Hasil tersebut disampaikan Ketua BPK Agung Firman Sampurna, dalam Rapat Paripurna DPR RI, Selasa, 22 Juni 2021.

Agung mengatakan, terdapat sejumlah permasalahan ketidakpatuhan terhadap ketentuan perundang-undangan dan kelemahan pada sistem intern.

“Pertama mekanisme pelaporan kebijakan keuangan negara untuk menangani dampak pandemi Covid-19 pada LKPP belum disusun,” kata Agung.

Lalu yang kedua, Agung mengatakan realisasi insentif dan fasilitas perpajakan dalam rangka penanganan Covid-19 dan PC-PEN tahun 2020 minimal sebesar Rp1,69 triliun tidak sesuai ketentuan.

“Ketiga, pengendalian dalam pelaksanaan belanja program PC-PEN sebesar Rp9 triliun pada 10 kementerian atau lembaga juga tidak memadai,” tutur Agung.

Halaman:

Editor: Kusmiyanto

Sumber: Pikiran Rakyat

Terkini

X