Jaga Konektivitas Wilayah Indonesia, Kemenhub Imbau Maskapai Terapkan Harga Tiket Pesawat Terjangkau

- Minggu, 7 Agustus 2022 | 19:07 WIB
Pesawat dari berbagai maskapai berada di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani, Semarang. /Dok Istimewa/
Pesawat dari berbagai maskapai berada di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani, Semarang. /Dok Istimewa/

Tak hanya itu, katanya, nantinya akan ada peningkatan kapasitas, termasuk produksi angkutan udara penumpang, pos dan kargo.

Baca Juga: Jokowi Resmi Tutup ASEAN Para Games XI, Indonesia Berjaya Raih Medali Terbanyak

''Imbauan ini telah disampaikan oleh kami kepada masing-masing direktur utama maskapai nasional untuk diterapkan di lapangan,'' jelas Nur Isnin.

Isnin memastikan, jika Ditjen Perhubungan Udara akan melakukan evaluasi dalam tiga bulan setelah penerapan besaran biaya tambahan atau surcharge dilakukan oleh masing-masing maskapai.

Paling tinggi, katanya lagi, yang terjadi saat ini untuk besaran biaya tambahan pesawat udara jenis jet sebesar 15 persen, dari tarif batas atas sesuai kelompok pelayanan masing-masing maskapai.

Baca Juga: Luhut Buka Kejurnas Atletik di Stadion Tri Lomba Juang Semarang, Janjikan Hadiah Pemecah Rekornas

Sedangkan untuk pesawat udara jenis propeller paling tinggi 25 persen dari tarif batas atas sesuai kelompok pelayanan masing-masing maskapai.

Isnin menegaskan, soal penetapan besaran biaya tambahan atau surcharge, Ditjen Perhubungan Udara berupaya mengakomodir kepentingan semua pihak.

Terutama, sambungnya lagi, yang yang memiliki tujuan perlindungan konsumen dan menjaga keberlangsungan usaha yang sehat.

Baca Juga: Terkait Isu Selingkuh dengan Sule, Riesca Rose Geram Banjir Hujatan Netizen

Halaman:

Editor: Eddy Tuhu

Tags

Terkini

X