Kepala Kantor Pos Capem Rembang Purbalingga Tersangka Korupsi, Dana Kas Operasional untuk Berjudi

- Kamis, 28 Juli 2022 | 07:15 WIB
Kepala Kantor Pos Cabang Pembantu Rembang yang menjadi tersangka korupsi dalam ungkap kasus di Mapolres Purbalingga, Rabu, 27 Juli 2022. /Dok Humas Polres Purbalingga/
Kepala Kantor Pos Cabang Pembantu Rembang yang menjadi tersangka korupsi dalam ungkap kasus di Mapolres Purbalingga, Rabu, 27 Juli 2022. /Dok Humas Polres Purbalingga/

PURBALINGGA, suaramerdeka-wawasan.com - Kepala Kantor Pos Cabang Pembantu (Capem) Rembang, Kabupaten Purbalingga, Edy Safangatno (30), ditangkap polisi karena terlibat tindak pidana korupsi.

Kapolres Purbalingga, AKBP Era Johny Kurniawan menjelaskan, tersangka melakukan korupsi penyimpangan dana kas operasional, panjar benda pos, dan materai di tempat kerjanya.

''Kejadian bermula saat ES menerima dan mengelola kas operasional, yang bersumber dari Dana Kas Kantor Kantor Pos Cabang Purbalingga sebesar Rp443.424.364,'' jelasnya saat ungkap kasus di Mapolres, Rabu, 27 Juli 2022.

Baca Juga: Mampu Upah Penembak Bayaran Rp120 Juta, Netizen Pertanyakan Usaha Sampingan Kopda Muslimin, Togel?

Menurut Era, uang tersebut rencananya akan digunakan untuk pembayaran pensiun ke-13 Taspen, sebesar Rp150 juta, pensiun ke13 BTPN sebesar Rp50 juta.

Selain itu, katanya lagi, juga untuk penyaluran BPNT dari Kemensos RI, sebesar Rp100 juta, serta penyaluran dana wesel nasional dan internasional serta jasa pelayanan keuangan.

''Adapaun modus operandinya pelaku telah menggunakan dana sebesar Rp 394 juta dan beberapa benda hasil penjualan dari dana tersebut,'' katanya.

Baca Juga: Pemuda Tasikagung Rembang Nikahi Bule Cantik Asal Rusia, Ibundanya Ingin Cepat Punya Momongan

Dikatakan, dalam pengembangan ditemukan beberapa kegiatan yang telah dilakukan tersangka, berupa barang bukti dokumen terkait kegiatan pelaku dan kendaraan sepeda motor, empat buku tabungan dan uang tunai sebesar Rp52 juta.

Kapolres Purbalingga menjelaskan, kejadian bermula dari informasi masyarakat yang belum bisa mencairkan dananya, kemudian pihak kepolisian mencoba konfirmasi PT Pos Purbalingga.

Halaman:

Editor: Eddy Tuhu

Tags

Terkini

X