Harga Bawang Merah Mulai Turun, Petani Brebes Berharap Tak Anjlok karena Pupuk dan Benih Mahal

- Kamis, 21 Juli 2022 | 20:12 WIB
Ilustrasi bawang merah di pasar. /Dok Istimewa/
Ilustrasi bawang merah di pasar. /Dok Istimewa/

yang harganya masih tinggi, itu kemungkinan karena pedagang ngambilnya untungnya terlalu banyak atau waktu ngambil pas masih mahal, jadi jualnya juga mahal agar tidak rugi,'' ujar dia.

Menurut Juwari, ‎pasokan bawang merah ke Pasar Kramat Jati dari seluruh lapak di Brebes saat ini baru mencapai 15 sampai 20 truk per hari dari normalnya 30 hingga 40 truk per hari.

Selain belum semua petani panen, masih sedikitnya pasokan itu karena ada sebagian lahan bawang merah yang gagal panen imbas anomali cuaca.

Baca Juga: Diprediksi Terjadi Hujan Meteor Bertepatan Malam 1 Suro, Simak Tips Cara Menyaksikannya

''Ada lahan yang kena banjir. Di Kecamatan Wanasari, total lahan yang terendam banjir ada 235 hektar di sembilan desa. Tapi tidak semua gagal panen.

Ada yang bisa diselamatkan. Petani yang lahannya kena banjir tetap rugi karena biaya tanam saat ini tinggi,'' jelasnya.

Seiring mahalnya harga benih dan pupuk, Juwari menyebut biaya yang dibutuhkan dari mulai pengolahan lahan, panen hingga pasca panen di lahan seluas satu hektar mencapai Rp140 juta.

Baca Juga: Indentitas Penembak Istri TNI Sudah Diketahui, Kapolrestabes Semarang Berharap Pelaku Menyerahkan Diri

Normalnya, kata Juwari, biaya yang dikeluarkan berkisar Rp125 juta hingga Rp130 juta.

''Biaya benihnya mahal, yaitu sampai Rp60 ribu per kilo. Harga pupuk juga naik. Pupuk NPK naik 40 persen. Tadinya Rp8 ribu, sekarang Rp14 ribu per kilo. Naik semua, termasuk pestisida,'' ungkapnya.

Halaman:

Editor: Eddy Tuhu

Tags

Terkini

Fortune Indonesia, Referensi Berita Bisnis Anak Muda

Selasa, 6 Desember 2022 | 18:58 WIB
X