DPR Anggap Impor Emas Merugikan Negara, Akademis Berpendapat Sudah Biasa Dilakukan

- Jumat, 18 Juni 2021 | 06:22 WIB
Impor emas untuk gold casting bar yang dilakukan oleh Antam atau Aneka Tambang ternyata biasa dilakukan. /Pixabay/Stevebidmead
Impor emas untuk gold casting bar yang dilakukan oleh Antam atau Aneka Tambang ternyata biasa dilakukan. /Pixabay/Stevebidmead

JAKARTA, suaramerdeka-wawasan.com- Masalah impor emas yang digunakan untuk bahan baku beberapa industri emas, kini terus jadi sorotan masyarakat.

Hal ini dikarenakan, ada dugaan praktik impor emas yang digunakan industri emas bisa merugikan negara.

Anggota Komisi III DPR Arteria Dahlan saat Rapat Kerja dengan Jaksa Agung Burhanuddin, menyebut tindakan impor emas itu berpotensi merugikan negara hingga triliunan rupiah.

Namun, menurut Deni Ferdian, ST, M.Sc, Dosen Metalurgi Universitas Indonesia, impor emas gold casting bar sudah lumrah dilakukan.

Baca Juga: Toyota Raize 1.200 cc Meluncur Lebih Cepat, Dibanderol dengan Harga Mulai Rp 202 Jutaan

Oleh karena itu, persepsi perbedaan perhitungan bea masuk harus diluruskan. Dikatakan, impor emas gold casting bar dengan kategori pos tarif 7108.12.10 merupakan impor emas dalam bentuk bongkah, ingot, atau batang tuangan.

“Impor casting adalah yang umum, atau impor raw material yaitu berupa bahan baku, untuk Antam ya berarti bahan bakunya emas itu,” kata Deni dalam keterangan, di Jakarta, Kamis 16 Juni 2021.

Menurut Deni, impor casting bar bisa dipastikan harganya lebih murah, dan emasnya dalam bentuk batang tuangan.

Baca Juga: Perpanjangan Diskon PPnBM , Menperin Berharap Gairahkan Usaha Sektor Industri

Oleh industri, nantinya hasil impor emas akan diolah menjadi produk jadi melalui pabrik pengolahan dan pemurnian.

“Impor casting bar dalam bentuk cetak biasaya 1 kg guna memudahkan transportasi logistiknya,” lanjutnya.

Ia melanjutkan, proses utama pada cara pembuatan emas ini yaitu melalui pencetakan (molding) dan penuangan (pouring).

Ketika logam mulia sudah mulai dipanaskan dan dilebur, lalu emas akan dituangkan ke dalam cetakan saat masih berbentuk cair.

“Cetakan yang dibuat juga beraneka ragam sesuai dengan berat tertentu. Logam mulia cair tadi akan cepat padat,” katanya.

Namun, jika masyarakat mencari investasi yang dilihat dari keindahannya, cast bar tidak tepat menjadi pilihan karena desainnya tidak rumit dan seadanya saja.

Hal ini berbeda dengan proses minted bar, memiliki detail yang rumit, sulit untuk dipalsukan dan memiliki desain yang indah.

“Minted bar prosesnya lebih kompleks dibandingkan dengan cast bar. Lebih mudah diperjualbelikan. Minted bar banyak digunakan oleh pabrik yang terkenal dan lebih populer di dunia jadi bisa menambah investas,''jelasnya.

Minted bar ini yang kerap kita lihat di butik-butik Antam, disertai emboss/logo Antam sebagai tambahannya. Minted bar ini pun tersedia dalam beberapa ukuran yakni 0,5 gram, 5 gram, 10 gram dan seterusnya.

 

Halaman:

Editor: Kusmiyanto

Sumber: Pikiran Rakyat

Terkini

X