Tak Usah Bingung Memperkirakan Bobot Sapi untuk Kurban, Gunakan Teori Schoorl dan Scheiffer

- Sabtu, 2 Juli 2022 | 15:51 WIB
Ilustrasi hewan ternak sapi sedang diperiksa terkait PMK. /Dok Istimewa/
Ilustrasi hewan ternak sapi sedang diperiksa terkait PMK. /Dok Istimewa/

SEMARANG, suaramerdeka-wawasan.com - Menjelang Idul Adha, banyak masyarakat membutuhkan hewan ternak seperti kambing dan sapi, untuk dijadikan hewan kurban.

Namun, saat PMK (penyakit mulut dan kuku) pada hewan ternak saat ini sedang merebak, harus jeli dalam membeli hewan kurban.

Hewan ternak yang dibeli, harus benar-benar sehat agar memenuhi syarat untuk dijadikan hewan kurban.

Baca Juga: Motor Miliknya Dirampas, Driver Ojol Semarang Malah Dikeroyok Warga Gegara Dikira Jadi Pelakunya

Hanya, saat ini lebih mudah untuk mengenali hewan ternak yang akan dijadikan kurban benar-benar sehat, karena pemerintah mewajibkan setiap pedagang hewan kurban melengkapi dengan SKKH (surat keterangan kesehatan hewan).

Nah, setelah diketahui hewan kurban sehat, tentu pembeli hewan kurban harus jeli memperkirakan bobot hewan kurban itu, seperti sapi misalnya.

Padahal, belum tentu penjual hewan kurban menyediakan timbangan untuk mengetahui bobot hewan ternak dagangannya.

Baca Juga: Rafathar Dibelikan Raffi Ahmad Mainan Seharga Rp48 Juta, Netizen Berkomentar Pedas

Pada akhirnya, biasanya pembeli hewan kurban cuma sekadar menduga-duga saja, bobot sapi yang akan dibelinya.

Tak perlu repot mencari timbangan, jika ingin tahu bobot sapi yang dibeli untuk dijadikan hewan kuban.

Halaman:

Editor: Eddy Tuhu

Tags

Terkini

X