Utang Luar Negeri Indonesia Diungkap BI, per April 2021 Mencapai Rp 5,935 Triliun

- Rabu, 16 Juni 2021 | 12:37 WIB
Bank Indonesia mengungkap jumlah Utang Luar Negeri (ULN) yang kini ditanggung pemerintah. /Pixabay/Rilsonav
Bank Indonesia mengungkap jumlah Utang Luar Negeri (ULN) yang kini ditanggung pemerintah. /Pixabay/Rilsonav

JAKARTA, suaramerdeka-wawasan.com - Bank Indonesia (BI) melaporkan utang luar negeri (ULN) Indonesia mencapai USD 415,6 miliar atau sempat mengalami penurunan pada akhir kuartal I 2021.

Tercatat angka itu turun 0,4 persen dibandingkan posisi ULN triwulan IV 2020 yang mencapai USD 417,5 miliar atau sebesar Rp 5.796 triliun.

Hal itu diungkapkan Direktur Eksekutif, Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono, ia mengatakan perkembangan ini didorong penurunan posisi ULN pemerintah.

Baca Juga: Sejumlah Siswa Terpapar Covid-19, Belajar Tatap Muka Ditunda, dr Tompi : Kalau Belum Siap Jangan Dulu

Kendati begitu, secara tahunan, ULN triwulan I 2021 naik 7,0 persen dibandingkan dengan pertumbuhan kuartal sebelumnya yakni 3,5 persen.

Bahkan Bank Indonesia melaporkan, Utang Luar Negeri Indonesia (ULN) per akhir April 2021 mencapai US$ 418,0 miliar atau sebesar Rp5.935 triliun.

Direktur Eksekutif, Kepala Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono, menyatakan, angka ini lebih tinggi dari bulan sebelumnya yakni sebesar US$ 415,6 miliar, atau setara dengan Rp 5.910 triliun.

Baca Juga: 1.347 Penderita Covid-19 Dikarantina di Semarang, Gereja di Kawasan Marina untuk Isolasi

Lebih lanjut Erwin mengatakan, pertumbuhan ULN pada April 2021 ini naik sebesar 4,8 persen secara tahunan namun lebih rendah dari pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 7,2 persen secara tahunan.

“Perkembangan tersebut didorong oleh perlambatan pertumbuhan posisi ULN Pemerintah dan ULN Swasta,” kata Erwin dalam keterangan tertulis, Selasa, 15 Juni 2021.

Sedangkan, Erwin juga merinci ULN Pemerintah di bulan April 2021 tercatat sebesar US$ 206,0 miliar atau setara Rp 2.925 triliun atau lebih tinggi dari US$ 203,4 miliar pada bulan sebelumnya, sebagaimana dikutip dari laman Anadolu Agency.

Baca Juga: Maia Estianty Mengaku Tak Nurut Ibu Hidupnya Berantakan, Termasuk Perceraiannya Dengan Ahmad Dhani

Namun, Erwin mengatakan apabila melihat pertumbuhannya yang sebesar 8,6 persen secara tahunan, angka ini melambat dibandingkan dengan pertumbuhan pada Maret 2021 sebesar 12,6 persen secara tahunan.

“ULN Pemerintah tumbuh pada bulan April 2021 seiring dengan penarikan neto pinjaman luar negeri yang digunakan untuk mendukung pembiayaan program dan proyek, di antaranya program inklusi keuangan,” tutur Erwin.

Kemudian, di samping itu Erwin menuturkan sentimen positif kepercayaan pelaku pasar global yang tetap terjaga, mendorong investor asing kembali menempatkan investasi portofolio di pasar Surat Berharga Negara (SBN) domestik.

Kendati demikian, ia mengatakan, ULN Pemerintah tetap dikelola secara hati-hati, kredibel, dan akuntabel untuk mendukung belanja prioritas, termasuk upaya penanganan pandemi Covid-19 dan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Dalam hal ini, Erwin turut merinci antara lain mencakup sektor administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib dengan pangsa 17,7, dan persen dari total ULN pemerintah.

Serta sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial mencapai 17,1 persen, sektor jasa pendidikan 16,3 persen, sektor konstruksi 15,3 persen, dan sektor jasa keuangan dan asuransi 12,8 persen.

Erwin mengatakan, ULN swasta pada April 2021 tercatat sebesar US$ 209,0 miliar setara Rp 2.967 triliun, atau turun tipis dari posisi bulan sebelumnya yang sebesar US$ 209,4 miliar.

“Ini didominasi oleh ULN jangka panjang dengan pangsa mencapai 78,4 persen terhadap total ULN swasta,” tutur Erwin.

Halaman:

Editor: Eddy Tuhu

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Terkini

X