Akibat Banjir Rob, Petambak Ikan Bandeng di Dua Desa Kabupaten Jepara Alami Kerugian

- Minggu, 5 Juni 2022 | 20:05 WIB
Ilustrasi pembudidaya ikan saat panen bandeng. /Dok Istimewa/
Ilustrasi pembudidaya ikan saat panen bandeng. /Dok Istimewa/

JEPARA, suaramerdeka-wawasan.com - Rob yang mengakibatkan banjir melanda dua desa di Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara, membuat para petambak ikan bersedih.

Sejumlah pembudidaya ikan bandeng di wilayah itu pun mengalami kerugian secara bervariasi, akibat terdampak limpasan air laut di tambak.

''Banjir rob pada akhir Mei 2022 berdampak pada areal tambak masyarakat Desa Donorojo dan Clering, yang kebetulan lokasi tambaknya dekat dengan laut,'' kata Kepala Dinas Perikanan Jepara, Wasiyanto, dikutip dari Antara pada Minggu, 5 Juni 2022.

Baca Juga: Pandemi Belum Berakhir, Satgas Covid 19 Informasikan Kasus Positif di Indonesia Bertambah 388 Orang

Wasiyanto menjelaskan, dari keterangan warga, ketinggian ombak di laut setempat pada saat terjadi banjir rob, memang sangat tinggi.

Hal ini, tambahnya, berbeda dengan sebelumnya, sehingga mengakibatkan ikan bandeng yang ada di areal tambak ikut terbawa arus banjir.

''Dari sejumlah petak tambak masyarakat yang terdampak, nilai kerugiannya ditaksir mencapai Rp130 juta,'' paparnya.

Baca Juga: Bea Cukai Kudus Ungkap 48 Kasus Peredaran Rokok Ilegal, Barang Bukti Senilai Rp6,07 Miliar

Ia menyebutkan, umur ikan di masing-masing tambak petani yang terdampak banjir rob bervariasi, karena ada yang satu bulan dan ada pula yang sudah mencapai empat bulan.

Wasiyanto mengatakan, untuk antisipasi kasus serupa tidak terulang, petambak meninggikan tanggul di sekitar tambaknya masing-masing dengan karung plastik yang berisi pasir.

Halaman:

Editor: Eddy Tuhu

Tags

Terkini

X