Skema HET Minyak Goreng Diubah, Sekjen DPP IKAPPI: Pemerintah Tak Punya Tata Niaga Pangan yang Jelas

- Rabu, 16 Maret 2022 | 20:09 WIB
Ilustrasi minyak goreng curah dan kemasan yang dijual di pasar tradisional. /Dok Istimewa/
Ilustrasi minyak goreng curah dan kemasan yang dijual di pasar tradisional. /Dok Istimewa/

JAKARTA, suaramerdeka-wawasan.com - Sekjen DPP IKAPPI (Ikatan Pedagang Pasar Indonesia), Reynaldi Sarijowan menilai, pemerintah tak punya tata niaga pangan yang jelas dengan dicabutnya HET (Harga Eceran Tertinggi) minyak goreng kemasan.

''Jadi hari ini jelas bahwa pemerintah tidak punya roadmap, tidak punya tata niaga pangan yang jelas proyeksinya ke depan,'' ujar Reynaldi saat dihubungi pada Rabu, 16 Maret 2022, seperti dikutip dari suara.com.

Menurut Reynaldi, kebijakan HET yang tidak berlaku di pasar, justru membuat harga-harga pangan seperti minyak goreng kemasan pasti melebihi HET.

Baca Juga: Emak Emak Perlu Tahu Nih, Terbaru: Pemerintah Tetapkan HET Hanya untuk Minyak Goreng Curah

Ia menuturkan, hal ini karena pasar memiliki mekanisme tersendiri dalam industri perdagangan, misalnya ada tawar menawar antara pedagang dengan pembeli.

''Tentu HET tidak berlaku sama sekali, sejak dulu. Seperti daging yang HET-nya Rp105 ribu sudah tembus Rp140 ribu, cabai rawit merah yang HET-nya di bawah Rp35 ribu tapi harganya sudah Rp77 ribu lebih,'' ungkapnya.

Reynaldi meminta kepada pemerintah, agar mengundang para pedagang pasar untuk membuat suatu kebijakan, agar bisa menguntungkan semua pihak.

Baca Juga: Polda Jabar Gagalkan Upaya Penyelundupan 1 Ton Sabu di Pangandaran, Tangkap Empat Orang Tersangka

''Undang seluruh stakeholder, terutama pelaku pasar yaitu pedagang. Kami harus dilibatkan agar kita punya proyeksi ke depan, agar aturan atau Permendag yang dibuat ini bisa tepat,'' imbuhnya.

Seperti diketahui, pemerintah mengubah skema penetapan harga minyak goreng curah maupun kemasan. Hanya minyak goreng curah saja yang ditetapkan HET, sedang minyak goreng kemasan penetapan harganya diserahkan produsen.

Halaman:

Editor: Eddy Tuhu

Tags

Terkini

X