Sindir Sri Mulyani Soal Pajak Sembako, Gus Umar: Mustinya Profesi Buzzer Kena PPN

- Jumat, 11 Juni 2021 | 15:27 WIB
Ilustrasi pajak. /Pixabay/geralt
Ilustrasi pajak. /Pixabay/geralt

JAKARTA, suaramerdeka-wawasan.com - Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Umar Hasibuan atau dikenal Gus Umar mengkritik polemik pajak sembako yang disebut-sebut sebagai rencana Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Diberitakan sebelumnya, kabar rencana sembako dikenai pajak diketahui dari draf revisi undang-undang nomor 6 tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (RUU KUP).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, setidaknya ada 3 skema yang direncanakan pemerintah menarik Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari sembako.

Baca Juga: Marzuki Alie Peringatkan Jokowi Soal Dampak ,Jika Pendidikan dan Sembako Dikenai Pajak

Pertama, untuk sembako diberlakukan tarif PPN umum yang diusulkan sebesar 12 persen.

Kedua, dikenakan tarif rendah sesuai dengan skema multitarif yakni sebesar 5 persen yang dilegalisasi melalui penerbitan peraturan pemerintah.

Dan ketiga, menggunakan tarif PPN final sebesar 1 persen.

Disebut-sebut pula terdapat 11 sembako yang bakal dikenakan pajak itu di antaranya beras, gabah, jagung, sagu, kedelai, garam, daging, telur, susu, buah-buahan, dan sayur-sayuran.

Staf Khusus Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang membidangi Komunikasi Strategis, Yustinus Prastowo sempat menanggapi kehebohan pajak sembako ini.

Dalam keterangannya melalui akun media sosial beberapa waktu lalu, Yustinus Prastowo menegaskan bahwa pemerintah tak akan berlebihan dalam memungut pajak.

Halaman:

Editor: Eddy Tuhu

Sumber: PikiranRakyat.com

Tags

Terkini

Perluas Transaksi Digital, BRI Gandeng Oppo Indonesia

Kamis, 19 Januari 2023 | 07:04 WIB

Fortune Indonesia, Referensi Berita Bisnis Anak Muda

Selasa, 6 Desember 2022 | 18:58 WIB
X