Jokowi: Pemerintah Lanjutkan Penghentian Ekspor Bahan Mentah Tambang

- Senin, 3 Januari 2022 | 14:57 WIB
 Presiden Jokowi membuka Perdagangan BEI Tahun 2022, di Gedung BEI, Jakarta, Senin (03/01/2022) pagi.
Presiden Jokowi membuka Perdagangan BEI Tahun 2022, di Gedung BEI, Jakarta, Senin (03/01/2022) pagi.

JAKARTA, suaramerdeka-wawasan.com - Keberanian pemerintah Indonesia menghentikan ekspor bahan mentah tambang membuahkan dampak positif terhadap neraca perdagangan. Karenanya pemerintah berencana melanjutkan kebijakan tersebut.

Demikian disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi), saat membuka Perdagangan Bursa Efek Indonesia Tahun 2022 di Jakarta, Senin, 3 Januari 2022.

“Keberanian kita men-setop itu (ekspor bahan mentah bijih nikel) hasilnya kelihatan. Oleh karena itu kita lanjutkan setop bauksit, tembaga, timah, dan lain-lain,” kata Jokowi seperti dikutip Antara.

Baca Juga: varian Omicron di Indonesia Sudah Capai 138 Orang, Pakar Kesehatan : Jangan Terburu Longgarkan Pembatasan

Jokowi menjelaskan, merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), neraca perdagangan Indonesia sejak Januari 2021-November 2021, mencatat surplus 34 miliar dolar AS atau 19 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.

Nilai ekspor Indonesia juga naik 49,7 persen secara tahunan (year on year/yoy) per November 2021, dan impor yang termasuk bahan baku penolong, juga naik 52,6 persen.

“Ekspor kita kenapa naik? Salah satunya karena kita hentikan ekpsor raw material, bahan mentah dari mineral batu bara kita yaitu nikel. Yang saya lihat 1-2 miliar dolar AS akhir tahun, kemarin hampir 21 miliar, atau 20,8 miliar dolar AS,” tambahnya.

Presiden menekankan hilirisasi industri akan menjadi kunci kenaikan ekspor Indonesia. Sejalan dengan itu, daya saing perekonomian Indonesia juga meningkat.

“Dan kalau kita lihat ranking competiveness kita juga naik tiga peringkat. Dalam posisi yang sangat berat di 2021, kita bisa niak 3 peringkat ini juga patut kita syukuri,” ujar Presiden.

Pemerintah memberlakukan larangan ekspor bijih nikel sejak 1 Januari 2020, sebagaimana tertuang dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 11 Tahun 2019 tentang Perubahan Kedua Atas Permen ESDM Nomor 25 Tahun 2018 tentang Pengusahaan Pertambangan Mineral dan Batubara.

Halaman:

Editor: Didik Saptiyono

Sumber: Antara

Tags

Terkini

Piye Ki...Harga Gas Melon Juga Mau Dinaikkan

Kamis, 14 April 2022 | 22:22 WIB

Duh...Harga Pertalite dan Solar akan Naik Luurr!!

Kamis, 14 April 2022 | 21:33 WIB
X