Kejahatan Cyber Crime Bi , Kominfo Berikan 3 Langkah Antisipatif Lindungi Data Pribadi

- Sabtu, 5 Juni 2021 | 13:45 WIB
 (Kemenkominfo meminta masyarakat lebih waspada terhadap aksi kejahatan siber dengan mengikuti tiga tips antisipatif. /Pixabay/Tumisu)
(Kemenkominfo meminta masyarakat lebih waspada terhadap aksi kejahatan siber dengan mengikuti tiga tips antisipatif. /Pixabay/Tumisu)

JAKARTA,suaramerdeka-wawasan.com- Akhir-akhir ini kasus kejahatan di dunia maya atau lebih dikenal dengan istilah cyber crime semakin meresahkan masyarakat di Indonesia. Tidak sedikit masyarakat.

Hal ini dikarenakan, pelaku kejahatan cyber crimen menargetkan informasi dan data-data pribadi penduduk Indonesia.

Oleh karena itu, pelindungan data pribadi kini menjadi perhatian Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).
Bambang Gunawan yang merupakan Direktur Informasi Polhukam Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Kominfo, menyatakan salah satu kunci pelindungan data pribadi ada pada pemilik data pribadi itu sendiri.

Baca Juga: Anda Perlu Tahu yang Harus Dilakukan saat Indikator MID di Mobil Tiba-tiba Menyala

“Masyarakat bisa mengantisipasi penyalahgunaan data pribadi dengan beragam cara. Tentunya, penyalagunaan data bisa kita antisipasi sebetulnya dengan tidak membagikan informasi pribadi kita kepada sembarangan pihak,” ujar Bambang Gunawan.

Langkah anstisipatif untuk melindungi data pribadi ternyata bisa dilakukan setiap orang sebagaimana dituturkan Direktur Informasi dan Komunikasi Polhukam Ditjen IKP itu.

“Pertama, tidak membagikan informasi pribadi kepada sembarang pihak. Kedua, abaikan tautan yang mencurigakan dan hanya gunakan perangkat lunak yang asli. Dan ketiga, lakukan penggantian kata sandi (password) serta backup data penting secara rutin,” katanya.

Tak hanya itu, Bambang Gunawan menyebut apabila masyarakat ingin membagikan data-data kepada orang lain sebaiknya hendak meluangkan waktu lebih banyak dan berpikir lebih mendalam sebelum mengambil keputusan untuk membagikan data pribadinya.

“Tidak semua orang kita bagikan gitu kan, kadang-kadang juga tanpa disadari kita memasukkan nomor handphone kita. Nah, ternyata handphone kita digunakan oleh orang lain untuk menawarkan produk-produk tanpa kita ketahui dapat dari mana padahal sebetulnya dari kita sendiri,” ucapnya.

Mengenai langkah kedua, Bambang Gunawan mengingatkan agar selalu mengabaikan adanya tautan atau lampiran (attachment) yang mencurigakan.

Halaman:

Editor: Kusmiyanto

Sumber: PikiranRakyat.com

Tags

Terkini

X