Direktur Utama PT LIB dan Lima Tersangka Tragedi Kanjuruhan Resmi Ditahan

- Senin, 24 Oktober 2022 | 21:03 WIB
Direktur Utama PT LIB, Achmad Hardian Lukita. /Dok Istimewa/
Direktur Utama PT LIB, Achmad Hardian Lukita. /Dok Istimewa/

JAKARTA, suaramerdeka-wawasan.comDirektur Utama PT LIB Ahmad Hadian Lukita akhirnya resmi ditahan Polda Jatim. Ia bersama lima tersangka lainnya dalam kasus Tragedi Kanjuruhan ditahan di rumah tahanan negara atau Rutan Reskrim Polda Jatim.

Hadian Lukita disangkakan melanggar ketentuan Pasal 359 dan/atau Pasal 360 dan/atau Pasal 103 ayat (1) juncto Pasal 52 Undang-Undang RI Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan. Ancaman hukumannya, maksimal 5 tahun penjara.

"Selesai pemeriksaan tambahan oleh penyidik, keenam tersangka langsung dilakukan penahanan," kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Senin, 24 Oktober 2022 seperti dikutip Antara.

Baca Juga: Terkait Tragedi Kanjuruhan, Indosiar Klarifikasi Soal Jadwal Pertandingan Liga 1 Arema Vs Persebaya Surabaya

Selain Hadian Lukita, tersangka lain di Tragedi Kanjuruhan, yakni Ketua Panitia Pelaksana Arema Malang Abdul Haris, dan Security Officer Steward Suko Sutrisno yang dari unsur sipil.

Sedangkan tiga tersangka lainnya dari unsur kepolisian, yakni Kabag Ops Polres Malang Kompol Wahyu Setyo Pranoto, Kasat Samapta Polres Malang AKP Bambang Sidik Achmadi, dan Komandan Kompi (Danki) Brimob Polda Jatim AKP Hasdarman.

Mereka juga dianggap melanggar ketentuan Pasal 359 dan/atau Pasal 360 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.

Dedi mengatakan, bahwa penyidik punya pertimbangan tersendiri untuk melakukan penahanan mulai hari ini, bukan sejak awal kasus bergulir.

Baca Juga: Ketua Umum PSSI Sudah Diperiksa di Polda Jatim Terkait Tragedi Kanjuruhan, Ini Katanya

Ia menyebut, dalam kasus ini penyidik telah memeriksa 93 orang saksi, sebanyak 11 orang di antaranya adalah saksi ahli yang terdiri atas delapan saksi ahli kedokteran, dua saksi ahli Laboratorium Forensik, dan satu ahli pidana.

Halaman:

Editor: Didik Saptiyono

Tags

Terkini

X