Soal Desakan PSSI Gelar KLB Terkait Tragedi Kanjuruhan, Hanya Bisa Datang dari Anggota Pemilik Suara

- Rabu, 19 Oktober 2022 | 12:08 WIB
Anggota Exco PSSI, Ahmad Riyadh. /Dok Istimewa/
Anggota Exco PSSI, Ahmad Riyadh. /Dok Istimewa/

JAKARTA, suaramerdeka-wawasan.com - Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Ahmad Riyadh menegaskan, permintaan menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) hanya bisa datang dari anggota yang menjadi pemilik suara (voter).

Ia menjelaskan, permintaan KLB usai terjadi Tragedi Kanjuruhan itu, bukan datang dari pihak lain, termasuk pemerintah dan TGIPF (Tim Gabungan Independen Pencari Fakta).

''Yang berhak meminta KLB itu anggota PSSI, para 'voter'. Pemerintah tidak bisa mencampuri hal itu,'' jelas Ahmad Riyadh di Jakarta pada Selasa, 18 Oktober 2022 dikutip dari Antara.

Baca Juga: Presiden FIFA: Piala Dunia U-20 2023 Aman, FIFA Jamin!

Menurut Ahmad, anjuran itu hanya sebatas anjuran yang dilaporkan TGIPF ke Presiden Joko Widodo, guna menghasilkan kepemimpinan dan kepengurusan yang berintegritas, profesional, bertanggung jawab dan bebas dari konflik kepentingan.

Seperti diketahui, TGIPF, dalam dokumen yang dikeluarkan pada 14 Oktober 2022 lalu, memang merekomendasikan jajaran Exco PSSI, termasuk Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan, mengundurkan diri.

Hal itu, sebagai bentuk pertanggungjawaban moral atas jatuhnya ratusan korban, baik meninggal maupun luka-luka, akibat peristiwa yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang saat Arema menjamu Persebaya Surabaya di Liga 1.

Baca Juga: Liga 1 Direncanakan Digelar Lagi 25 Atau 26 November, Setelah Pertemuan FIFA dengan Presiden Jokowi dan PSSI

Ahmad Riyadh, yang juga Ketua Asprov PSSI Jawa Timur, pun yakin Pemerintah Indonesia dan TGIPF, sudah mengetahui batasan sampai mana batas mereka masuk ke kepentingan PSSI.

''Menpora sempat menyampaikan sesuatu tentang itu. Presiden juga bersikap jelas. Urusan PSSI diserahkan kepada mekanisme PSSI,'' tutur Ahmad Riyadh.

Halaman:

Editor: Eddy Tuhu

Tags

Terkini

X