Penetapan Tersangka Kabag Ops Polres Malang. Kapolri: Dia Tahu Gas Air Mata Dilarang FIFA

- Kamis, 6 Oktober 2022 | 22:24 WIB
Mobil polisi yang dirusak suporter saat kerusuhan usai laga Arema vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu malam, 1 Oktober 2022. /Dok Istimewa/
Mobil polisi yang dirusak suporter saat kerusuhan usai laga Arema vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu malam, 1 Oktober 2022. /Dok Istimewa/

MALANG, suaramerdeka-wawasan.com - Polri menetapkan Kabag Ops Polres Malang, Kompol Wahyu SS (WS) sebagai salah satu dari enam tersangka dalam tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 131 orang.

Pengumuman penetapan tersangka ini dilakukan langsung oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam jumpa pers di Malang, Kamis, 06 Oktober 2022.

Wahyu dipersalahkan karena sebenarnya mengetahui bahwa penggunaan gas air mata di stadion itu dilarang FIFA.

Baca Juga: Kapolri Juga Tetapkan 20 Orang Personil Polri Diduga Sebagai Pelanggar Etik Tragedi Kanjuruhan

"Saudara Wahyu SS, Kabag Ops Polres Malang, mengetahui adanya aturan FIFA tentang larangan penggunaan gas air mata di dalam stadion, namun yang bersangkutan tidak melakukan pencegahan," kata Kapolri.

Selain itu, tambah Kapolri, Wahyu juga disebutnya tidak melakukan pengecekan langsung mengenai perlengkapan yang dibawa personel polisi yang melakukan tugas pengamanan di Stadion Kanjuruhan.

Wahyu dan para tersangka disangkakan dengan Pasal 359 dan/atau Pasal 360 KUHP juga menganggar pasal 1 103 jo pasal 52 UU No 11 tahun 2012 tentang keolahragaan nasional.

Seperti diketahui bersama Kabag Ops Polres Malang ini juga ada lima orang lainnya yang ditetapkan sebagai tersangka kasus Tragedi Kanjuruhan.

Baca Juga: Kapolri Tetapkan Dirut PT LIB Bersama Lima Orang Lainnya Sebagai Tersangka Tragedi Kanjuruhan

Tragedi yang merupakan Kerusuhan Aremania ini terjadi saat pertandingan Arema FC melawan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan Malang, Sabtu 1 Oktober 2022.

Halaman:

Editor: Didik Saptiyono

Tags

Terkini

X