Kerusuhan Arema vs Persebaya. PSSI Minta Maaf dan Turut Berduka Cita. Ketum: PSSI Dukung Pengusutan Polisi

- Minggu, 2 Oktober 2022 | 10:19 WIB
Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan. /Dok PSSI/
Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan. /Dok PSSI/

JAKARTA, suaramerdeka-wawasan.com - Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan menyampaikan duka cita mendalam atas terjadinya Kerusuhan Arema vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan Malang, Sabtu, 1 September 2022.

Seperti diketahui, pertandigan BRI Liga 1 2022/2023 antara Arema FC dan Persebaya Surabaya yang berakhir 2-3 untuk tim tamu berakhir ricuh seusai laga. Ribuan suporter Arema FC turun ke lapangan meluapkan emosi karena timnya kalah.

Akibat insiden ini tak kurang dari 129 penonton tewas terinjak-injak penonton lainnya atau sesak nappas karena saling berhimpitan akibat berebut keluar stadion menghindari gas air mata yang dilontarkan aparat.

Baca Juga: Kerusuhan Arema vs Persebaya. Wasit dan Perangkat Pertandingan Belum Boleh Meninggalkan Tempat

"PSSI menyesalkan tindakan suporter Aremania di Stadion Kanjuruhan Malang. Kami berduka cita dan meminta maaf kepada keluarga korban serta semua pihak atas insiden tersebut. Untuk itu PSSI langsung membentuk tim investigasi dan segera berangkat ke Malang," kata Iriawan.

Iriawan menambahkan bahwa PSSI mendukung pihak kepolisian untuk menyelidiki kasus ini. Apalagi kejadian ini sangat mencoreng wajah sepakbola Indonesia.

"Untuk sementara kompetisi Liga 1 2022/2023 kami hentikan selama satu pekan. Selain itu tim Arema FC dilarang menjadi tuan rumah selama sisa kompetisi musim ini," tukasnya.

Baca Juga: PT LIB Putuskan Kompetisi Dihentikan Sepekan

Hingga saat ini, Ketum PSSI terus berkoordinasi dengan pihak internal PSSI dan eksternal dalam hal ini aparat penegak hukum dan panpel Arema FC.

Editor: Didik Saptiyono

Tags

Terkini

BRI Liga 1 Dipastikan Kembali Bergulir Tiga Hari Lagi

Sabtu, 3 Desember 2022 | 00:33 WIB
X