Deschamps Menilai Kalah Adu Penalti Selalu Kejam

- Selasa, 29 Juni 2021 | 08:29 WIB
Para pemain Swiss melakukan selebrasi bersama para pendukungnya (Didik SP)
Para pemain Swiss melakukan selebrasi bersama para pendukungnya (Didik SP)

BUCHAREST, suaramerdeka-wawasan.com - Prancis menyusul Portugal dan Belanda, pulang lebih awal, setelah mereka dijegal Swiss melalui drama adu penalti.
Kiper SWiss, Yann Sommer, menjadi penyelamat timnya setelah menggagalkan tendangan penalti terakhir Prancis dari Kylian Mbappe.
Bagi Swiss, sukses mereka di partai knock out pertama kalinya di turnamen resmi setelah terakhir kali terjadi di Piala Dunia 1938.

Baca Juga: Loew: Sekarang atau Tidak Sama Sekali

Baca Juga: Santos: Tidak Ada Keberuntungan, Kalah Ya Kalah!

Pertandingan yang digelar di Stadion National Arena, Bucharest, Selasa (28/6/2021) semula berakhir imbang 3-3 saat pertandingan normal 90 menit maupun di perpanjangan waktu 2 x 15 menit.
Prancis sempat unggul 3-1 setelah sempat tertinggal 1-0 melalui gol Haris Seferovic pada menit ke-15. Namun Karim Benzema mampu membawa Prancis unggul lewat dua golnya menit ke-57', dan 59' yang dilengkapi oleh Paul Pogba menit ke-75.
Namun di akhir laga Swiss membalas melalui Seferovic pada menit ke-81 dan Mario Gavranovic di detik-detik terakhir yang memaksa juara dunia 2018 itu untuk memainkan perpanjangan waktu. Namun hingga usai perpanjangan waktu kedudukan tidak berubah.
Pada saat drama adu penalti, lima penendang Swiss, Mario Gavranović, Fabian Schar, Manuel Akanji, Ruben Vargas dan Amir Mehmedi sukses menuntaskan tugasnya.
Sedangkan dari lima penandang Prancis, Paul Pogba, Oliver Giroud, Marcus Thuram, Presnel Kimpembe dan Kylian Mbappe hanya empat yang sukses. sedangkan Penendang terakhir Mbappe gagal menuntaskan tugasnya.
"Ini adalah pertandingan yang emosional, atau bahkan mungkin terlalu emosional!" komentar Pelatih Swiss, Vladimir Petkovic usai pertandingan.
Yann Sommer yang menjadi penyelamat timnya juga tak bisa menyembunyikan kegembiraannya yang luar biasa. Sommer seperti tak percaya timnya mampu melaju ke perempat final.
"Pertandingan yang luar biasa! Malam sepakbola yang luar biasa! Ini adalah kesempatan kami untuk akhirnya lolos ke babak 16 besar karena kami tidak pernah berhasil sebelumnya,'' katanya.
Kalau kubu Swiss begitu bergembira ria, kubu Prancis sebaliknya. Pelatih Prancis Didier Deschamps mengatakan kalau semua tim sedih karena kegagalan ini. Maklum merekas sudah unggul 3-1, tapi tiba-tiba bisa disamakan dan akhirnya justru kalah.
''Kalah dalam adu penalti selalu kejam bagi sebuah tim." kata Deschamps kepada TF1 seperti dikutip EURO2020.Com.
Menurut dia, sebenarnya timnya sudah melakukan hal benar saat unggul 3-1. Namun kemudian anak asuhnya memperlihatkan kelemahan yang ia sendiri tidak tahu mengapa.
Yang pasti, Deschamps mengatakan hal itu tak biasa dilakukan oleh Hugo Llorris dkk. Tetapi mantan kapten tim Prancis itu enggan menunjukkan apa kelemahan itu.
Deschamps sendiri menolak tudingan kegagalan ini adalah kelemahan Mbappe yang gagal penalti. Karena menurutnya Mbappe sudah berani mengambil resiko menjadi penendang terakhir, sesuatu yang berat.
"Kylian Mbappé sangat sedih, seperti semua pemain, tetapi tidak ada yang bisa marah padanya karena dia mengambil tanggung jawab untuk mengambil penalti kelima." katanya.
Pertandingan ini sendiri menyisakan beberapa catatan. Seperti Paul Pogba yang dengan golnya tadi pagi kini telah mencetak gol di empat turnamen besar terakhir yang ia ikuti yaitu Piala Dunia 2014 dan 2018, EURO 2016 dan 2020.
Dua gol Benzema menempatkannya tujuh kali mencetak dua gol dalam satu pertandingan untuk Prancis.
Masih dari tim Prancis, kekalahan ini adalah pertama kalinya Prancis kebobolan tiga gol dalam pertandingan knockout EURO sejak 1960 (4-5 versus Yugoslavia).

Editor: Didik Saptiyono

Tags

Terkini

Timnas Coba Taktik Strategi dalam Internal Game

Senin, 6 Desember 2021 | 14:56 WIB

Rangnick Sukses di Laga Pertama Bersama MU

Senin, 6 Desember 2021 | 14:05 WIB

Barcelona Kalah Menyakitkan, Real Madrid Menang

Minggu, 5 Desember 2021 | 22:58 WIB

Puncaki Klasemen, Pep Guardiola Puji Bernardo Silva

Minggu, 5 Desember 2021 | 08:05 WIB

PSIS Semarang: Flavio Beck is BACK!!

Rabu, 1 Desember 2021 | 23:32 WIB
X