Loew: Sekarang atau Tidak Sama Sekali

- Senin, 28 Juni 2021 | 22:15 WIB
Para pemain Jerman berlatih di di Kota Herzogenaurauch, Jerman (Didik SP)
Para pemain Jerman berlatih di di Kota Herzogenaurauch, Jerman (Didik SP)

  • Jerman Dilarang Official Trainning

LONDON, suaramerdeka-wawasan.com - Piala Eropa 2020 memang seperti jalan terjal buat Jerman. Setelah duel melawan Prancis, dan Portugal, kini sudah menunggu tuan rumah Inggris.
Kedua tim bakal bertemu di laga babak 16 Besar di Stadion Wembley, London, Selasa (29/6/2021). Ini adalah pertemuan sesi ke-8 kedua tim di turnamen besar resmi (Piala Eropa/Piala Dunia).
Dan di pertandingan ini, situasinya sangat tidak menguntungkan Jerman. Rentetan kejadian diakui oleh Joachim Loew sangat merugikan timnya.

Baca Juga: Santos: Tidak Ada Keberuntungan, Kalah Ya Kalah!

Baca Juga: Belanda Dipulangkan Ceko Tanpa 'Shot on Target'

Yang paling menyesakkan dan dinilai oleh Jerman sebagai 'akal-akalan' UEFA adalah tidak adanya sesi official trainning di Stadion Wembley, tempat pertandingan.

Alasan UEFA, karena memang pengelola Wembley melarang aktifitas di lapangan selain pertandingan dengan alasan untuk menjaga rumput stadion agar tidak rusak.
Dengan ditiadakannya latihan resmi di stadion jelang pertandingan, itu artinya Thomas Muller dan kawan-kawan harus menggelar latihan jauh dari lokasi pertandingan.
Situasi ini, menurut Bild, menjadi kerugian bagi Jerman dan keuntungan bagi tuan rumah Inggris. Maklum Inggris sudah tiga kali bertanding di Wembley selama penyisihan grup.
Timnas Jerman sendiri akhirnya menggelar latihan resmi jelang laga di Kota Herzogenaurauch, Jerman, sebelum terbang ke London untuk berlaga.
"Kami tak diizinkan berlatih di Wembley. Pelatih (Loew) ingin mengadakan latihan di sana agar bisa merasakan atmosfer stadion. Tapi UEFA tak mengizinkannya. Ini mengecewakan," ujar juru bicara Federasi Sepakbola Jerman (DFB), Jens Grittner.
"Pemain dari kedua tim seharusnya sama-sama merasakan 'aura' stadion, mengenali ruang ganti dan dan rumput lapangan sebelum pertandingan," tulis Bild.
Hal kedua yang merugikan Jerman adalah kabar tentang absennya dua pemain kunci Jerman di sesi latihan tim. Kedua pemain tersebut adalah bek Antonio Ruediger dan gelandang Ilkay Guendogan.
Kabar yang beredar menyebut bahwa Ruediger mengalami flu, sedangkan Guendogan menderita memar di tengkorak. Akan tetapi, belum diketahui secara pasti sejak kapan Guendogan mendapatkan luka memarnya tersebut.
Tentu akan menjadi kerugian besar bagi Jerman apabila Ruediger dan Guendogan benar-benar harus absen melawan Inggris. Pasalnya, kedua pemain itu selalu dipercaya oleh sang pelatih untuk menjadi starter di tiga laga sebelumnya di fase grup.
Kalau Jerman diprediksi bakal kehilangan keduanya, Inggris justru bakal mendapatkan dua tenaga baru yang baru selesai menjalani isolasi mandiri.
Keduanya adalah Mason Mount dan Ben Chilwell yang sempat absen di penyisihan terakhir kontra Republik Ceko.
Keduanya diharuskan isolasi karena kontak langsung dengan gelandang Timnas Skotlandia, Billy Gilmour, yang belakangan dinyatakan positif Covid-19.
Dalam tes terakhir, Mount dan Chilwell dinyatakan negatif sehingga mereka telah diperbolehkan kembali bergabung dengan Timnas Inggris pada Selasa pagi waktu setempat.
Hal itu menjadi kabar baik untuk Pelatih Gareth Southgate menjelang laga kontra Timnas Jerman. Meskipun demikian, Southgate belum memastikan kedua pemain itu akan bermain sejak awal.
Maklum performa Jack Grealish yang menggantikan Mason Mount dan Recce James yang menggantikan Chilwell pada laga kontra Republik Cek cukup meyakinkan.
Kondisi itu memang dianggap secara teknik menguntungkan Inggris. tetapi yang harus dicatat, Inggris sering kesulitan menghadapi Jerman. Sejarah mencatat mereka lebih banyak kalah belakangan.
Dari rekor pertemuan, Inggris memang masih kalah dari Jerman. Dari 32 kali pertemuan, Inggris tercatat 15 kali kalah dan baru 13 kali menang, sisanya imbang.
Pertemuan terakhir Inggris Vs Jerman terjadi pada laga persahabatan pada 10 November 2017 di Stadion Wembley yang berkesudahan 0-0.
Tapi ada sejumlah pendapat yang mengatakan Inggris tak perlu khawatirkan Jerman karena lawan tidak seperti Jerman yang dulu. Jerman pernah mengalahkan Inggris 4-1 di babak 16 besar Piala Dunia 2010.
Hanya, yang harus dicatat Southgate di tim sekarang masih ada Thomas Muller mencetak dua gol ke gawang Inggris di Piala Dunia 2010 lalu itu.
Tapi anak asuhan Southgate lebih konsisten dan stabil. Mereka menang delapan kali, mencetak total 17 gol, dan cuma kebobolan total satu gol dalam sembilan pertandingan terakhir.
Namun, kita tak bisa melupakan beberapa fakta. Pertama, kelolosan Jerman sebagai runner-up grup neraka menunjukkan bahwa mental juara mereka masih besar.
Setelah takluk 0-1 dari juara dunia Prancis pada laga pertama, Die Mannschaft mampu bangkit di laga kedua dengan menghantam juara bertahan Portugal 4-2. Berada di grup yang sangat berat ini membuat mental mereka semakin terasah.
Kedua, main di Wembley bukan jaminan paten bagi Inggris jika berhadapan dengan Jerman. Inggris tanpa kemenangan dalam tujuh laga terakhir kontra Jerman di stadion kebanggaan mereka. Rekor Jerman melawan Inggris di Wembley adalah M6 S2 K4.
Ketiga, Jerman belum pernah kalah di babak 16 besar sebuah turnamen resmi, yakni menang lima kali di Euro dan delapan kali di Piala Dunia. Ini adalah sebuah catatan yang istimewa.
Tapi statistik menunjukkan Inggris juga tak kalah mentereng. mereka memenangi 8 dari 9 laga terakhirnya (M8 S1 K0), mencetak total 17 gol, mencatatkan 8 clean sheet, dan cuma kebobolan total 1 gol. Bahkan Inggris selalu clean sheet, alias tak kebobolan, dalam 5 laga terakhirnya.
Inggris selalu clean sheet (tak kebobolan) dalam 9 pertandingan Euro terakhirnya di Wembley, termasuk kualifikasi. Inggris menang 18 kali dan cuma kalah 2 kali dalam 25 laga terakhirnya di Wembley (M18 S5 K2).
Sebaliknya Jerman selalu gagal clean sheet dan cuma menang 2 kali dalam 6 laga terakhirnya (M2 S2 K2).
Dari fakta ini, Inggris memiliki kesempatan untuk "membuat sejarah" saat melawan Jerman di babak 16 besar Euro 2020 pada Selasa malam WIB (29/6/2021), kata pelatih Gareth Southgate.
"Ini adalah kesempatan besar bagi tim ini untuk membuat beberapa sejarah dan memberikan kenangan kepada orang-orang tentang pertandingan Inggris-Jerman di masa depan,'' katanya.
Southgate berharap timnya dapat mengamankan kemenangan pertama di fase gugur turnamen besar atas Jerman sejak 1966.
Jerman telah memenangkan seluruh empat pertemuan lawan Inggris di fase gugur sejak kalah di final Piala Dunia 1966 di Wembley.
Kemenangan-kemenangan itu termasuk saat mereka menang adu penalti di Piala Dunia 1990 dan Euro 1996, ditambah kemenangan kontroversial 4-1 di babak 16 besar Piala Dunia 2010 ketika wasit tidak mengesahkan gol Frank Lampard meski sudah melewati garis gawang.
"Mereka tidak akan takut datang ke Wembley. Kami harus bermain dalam kondisi terbaik. Kami harus mempersiapkan taktik dengan baik, kami harus siap secara fisik dan psikologis." tambahnya.
Bahkan Southgate juga sudah siap bila Inggris harus bermain hingga adu penalti, sambil menegaskan bahwa skuadnya mempersiapkan diri secara menyeluruh. "Kami selalu berlatih penalti," kata Southgate seperti dimuat Antara.
Sementara itu Pelatih jerman, Joachim Löew mengatakan: "Tak ada pilihan, sekarang atau tidak sama sekali,'' katanya di EURO2020.Com.
''Kami akui kami tidak menentu, tetapi kami tahu bahwa kami bisa menjadi kuat jika kami berhasil memperbaiki beberapa hal di lapangan. Jika tidak, itu akan menjadi sulit bagi kami,'' tambahnya.
Loew mengakui, pertandingan ini sama sekali berbeda seperti melawan Hungaria karena yang bakal dihadapi Inggris. Inggris bakal bermain di kandang dan mereka harus menyerang dibandingkan Hungaria.

Editor: Didik Saptiyono

Tags

Terkini

PSIS Semarang Fokus Latihan Hadapi Madura United

Senin, 24 Januari 2022 | 23:52 WIB

PSIS Semarang Optimistis Atasi Arema FC

Minggu, 16 Januari 2022 | 18:45 WIB

Manchester City Jauhi Chelsea Usai Menang 1-0

Sabtu, 15 Januari 2022 | 22:47 WIB
X